Dheni, salah seorang rekan Desi dari Singkawang, Kalimantan Barat, menyampaikan duka di akun twitternya: "Selamat jalan almarhum Desi Sukiman, masih menunggu jenazahmu disini."
Saat dihubungi, Dheni mengatakan sudah mengenal Desi sejak lama. Mereka pernah bersekolah di SD dan SMA yang sama di Singkawang, Kalimantan Barat. Meski sudah lama tak bertemu, namun Dheni masih kadang berkomunikasi lewat media sosial.
"Dia orangnya supel dan nggak sombong, temannya banyak. Dia juga baik ya," kata Dheni saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/5/2014).
Dheni dan rekan-rekan lain masih menunggu kedatangan jenazah Desi di Singkawang. "Insya Allah datang ke pemakamannya," imbuhnya.
Farida, salah seorang warga di sekitar kosan mengatakan, Desi merupakan anak yang periang. Terkadang dia suka menyapa warga.
"Anaknya baik periang gitu, kalau ngobrol jarang paling hanya tegur sapa aja," katanya.
Desi dibunuh di kamar kosnya, di Ciracas, Jaktim, Selasa (3/6) sore kemarin. Diduga kuat, wanita muda berparas putih itu dirampok, karena tidak ditemukan ponsel dan tasnya.
Polisi masih menyelidiki kasus ini, termasuk sosok pria misterius yang sempat ditemuinya beberapa jam sebelum pembunuhan.
(mad/ndr)











































