Pernah Gugat PSSI, Apakah David Juga Akan Gugat Garuda di Dada Prabowo?

Pernah Gugat PSSI, Apakah David Juga Akan Gugat Garuda di Dada Prabowo?

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2014 13:50 WIB
Pernah Gugat PSSI, Apakah David Juga Akan Gugat Garuda di Dada Prabowo?
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Penggunaan lambang negara Burung Garuda di baju Timnas PSSI sempat digugat David Tobing. Kini gambar garuda yang mirip lambang negara nangkring di dada kanan baju Prabowo. Apakah David akan menggugat pula?

"Biar sadar sendiri saja. Kalau prajurit, apalagi perwira tingi kan harus siap salah," kata David saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/6/2014).

Berdasarkan UU No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan pasal 57 huruf c, siapa pun dilarang membuat gambar garuda yang menyerupai Garuda Pancasila. Pasal tersebut berbunyi: Setiap orang dilarang membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara.

"Ditambah lagi, Ketua Tim Sukses nya adalah profesor hukum. Jadi lebih gentlemen mengakus alah dan saya rasa itu bisa membawa efek positif juga," ujar David.

Ketua Tim Sukses yang dimaksud adalah Mahfud Md. Saat menjadi Ketua MK, Mahfud menegaskan setiap orang dilarang membuat gambar garuda yang menyerupai Garuda Pancasila. Dengan rekam jejak itu, David berharap jiwa kenegarawanan yang bersangkutan lebih dikedepankan.

"Dari kasus ini bisa dilihat calon pemimpin tidak bisa menganggap remeh hal-hal yang dianggap kecil, apalagi sudah diatur UU," cetus David.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Romahurmuziy menyatakan burung garuda di dada kanan Prabowo-Hatta bukan lambang negara Burung Garuda.

"Simbol negara kan harus lengkap, ini kan tidak. Kalau simbol kan warnanya sama dan juga ada tulisannya Bhinneka Tunggal Ika," kata Romahurmuziy.

Politikuks yang akrab dipanggil Romi ini menuturkan 3 alasan mengapa Tim Prabowo-Hatta memasang lambang garuda merah di baju mereka.

"Pertama, ini bukan kontestasi tapi upaya utuk mengingatkan kembali bahwa garuda Pancasila sebagai simbol yang mempersatukan. Kedua, di atas segala hiruk pikuk dengan plus minusnya, kita harus berjuang satu tujuan yang sama yaitu menerbangkan simbol negara di atas bangsa-bangsa di dunia. Yang ketiga, kalau dilihat kan stickernya merah di atas putih. Jadi di tengah hiruk pikuk, kita tetap dengan naungan Sang Saka Merah Putih," ujar pria yang menjabat sebagai Sekjen PPP ini.

(asp/van)


Berita Terkait