Menko Kesra Agung Laksono telah menyebut 3 Kementerian yang kinerjanya tak memenuhi harapan yakni Kemenpera, Kemenakertrans, dan Kemenag. 3 menterinya yakni Menpera Djan Faridz, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menag Suryadharma Ali masuk tim sukses Prabowo-Hatta. Belakangan Menag mundur setelah ditetapkan KPK jadi tersangka kasus haji.
Lalu siapa 7 menteri lainnya? Selain 3 nama itu masih ada 7 menteri lain yang masuk tim sukses capres. Meski SBY tak menyebut 10 menteri yang tak maksimal masuk tim pemenangan capres, namun SBY telah berpesan agar menteri yang tak fokus karena sibuk mengurus capres untuk mundur.
"Kalau ada menteri yang memang tidak mungkin lagi mengurusi kementeriannya dan harus aktif di tim sukses saya persilakan mengundurkan diri," kata SBY kemarin.
Sejumlah menteri memang masuk tim pemenangan capres. Selain Suryadharma yang sudah mundur masih ada 9 menteri lain yang masuk tim sukses capres.
Menteri yang masuk tim pemenangan Prabowo-Hatta antara lain: Menkokesra Agung Laksono, Menhut Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Mensos Salim Segaf Aljufri dan Menpera Djan Faridz. Semuanya merupakan anggota Dewan Penasihat.
Sementara itu ada dua menteri yang masuk tim sukses Jokowi-JK yakni Menakertrans Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) yang menjadi tim penasihat, dan Menteri PDT Helmi Faishal Zaini yang masuk tim debat.
Selain itu masih ada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang telah mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-JK. Namun Dahlan yakin sekali dirinya tidak bernilai di bawah 5.
"Enggak merasa, enggak merasa," ujar Dahlan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2014).
Lalu benarkah 10 menteri itu yang bekerja tidak optimal?
(van/try)











































