"Saya baru tahu kalau berkas-berkas yang harus diperiksa gubernur itu banyak sekali," kata Basuki T Purnama saat berbincang santai dengan wartawan di ruang kantornya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).
Ahok selama ini memang lebih banyak menghabiskan jam kerjanya di dalam kantor. Tak seperti Jokowi yang sering blusukan, Ahok banyak rapat dan mendesposisi berkas-berkas yang masuk sebagai tembusan untuk wakil gubernur.
"Banyak surat-suratnya. Ya dari menteri-menteri. Selama ini kan saya hanya lihat yang tembusan aja. Ternyata banyak juga," ujarnya.
Menjabat sebagai PLT gubernur tak banyak mengubah pola kerja Ahok. Ia juga memilih tetap berkantor di ruang kerjanya di lantai 2 yang ditempatinya saat masih berstatus wakil gubernur.
Selain berkas-berkas, ia bercerita merasa ada yang berbeda saat ia memimpin Rapim kemarin yang menjadi kali pertama sejak di tetapkan sebagai PLT.
"Dulu sambil dengar laporan kepala dinas, aku masih bisa koordinasi dengan bisik-bisik ke pak Jokowi. Tapi kalo mimpin sendiri sudah sering kok," ujarnya.
Ahok akan menjabat sebagai PLT gubernur hingga proses pilpres selesai. Setidaknya posisi tersebut akan didudukinya hingga Oktober 2014.
(bil/fjp)










































