"Benar, tim Ditreskrim di lokasi. Semua dimintai keterangan mulai dari kontraktor hingga proses penerbitan IMB (Izin Mendirikan Bangunan)," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Fajar Setiawan, kepada detikcom, Selasa (3/6/2014).
Fajar menegaskan ambruknya ruko tersebut menjadi kasus yang mendapat sorotan dan menarik perhatian berbagai pihak karena diduga mengakibatnya banyak orang meninggal dunia.
"Ini adalah kasus yang menonjol karena sejak awal muncul dugaan banyak korban yang meninggal dunia. Ini kejadian menonjol sehingga harus cepat tertangani," ujar Fajar.
"Seluruh kepolisian di Samarinda juga tengah bergerak menyelidiki, Polda Kaltim memback-up. Kita tunggu hasilnya dari penyelidikan di lapangan," tegasnya.
Di lokasi, diduga kuat banyak korban yang masih bisa diselamatkan. Fajar menggarisbawahi bahwa selain jajaran kepolisian di Samarinda dan Ditreskrim Polda Kaltim, di lokasi saat ini juga diterjunkan Satuan Brimob Polda Kaltim yang dipimpin langsung Kasat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Subnedi.
"Misi utama adalah keselamatan, kemungkinan adanya pekerja yang masih selamat," tutup Fajar.
Sementara dari Posko SAR gabungan yang didirikan di lokasi kejadian, belasan orang diduga kuat masih berada di lokasi reruntuhan. Berbagai upaya evakuasi terus dilakukan petugas SAR.
(try/ndr)











































