"Penyesuaian tarif itu bukan semata-mata mencari untung, tapi penyesuaian biaya operasional misalnya kalau ke Jawa Tengah itu biasanya 10-12 jam ini gara-gara Lebaran bisa macet sampai 18 jam. Jadi kenaikan biaya itu hanya meng-cover biaya macet itu," kata Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena Soerbakti kepada wartawan terkait 'Persiapan Lebaran 2014' di Pacific Place, SCBD, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).
Eka menjelaskan untuk bus ekonomi kemungkinan besar tarifnya akan sama. Kenaikan tarif sebesar 20-50 persen akan dilakukan untuk bus non ekonomi.
"Untuk ekonomi kemungkinan besar tetap tarifnya. Kita tidak mau semena-mena menaikkan tarif karena tidak mau kesaing dengan motor," kata perempuan cantik ini.
Eka optimis masih banyak pemudik yang pulang kampung dengan memakai bus. Menurutnya masih banyak yang naik bus dari pada berlelah-lelah naik sepeda motor.
"Penumpang bus tetap saja ada, malahan meningkat karena ekonomi Indonesia tumbuh terus. Jadi orang milih naik bus dari pada lelah naik motor," katanya.
(nal/nwk)











































