Organda: Jalan Rusak dan Pasar Tumpah Masih Jadi Masalah Mudik Lebaran

Organda: Jalan Rusak dan Pasar Tumpah Masih Jadi Masalah Mudik Lebaran

- detikNews
Selasa, 03 Jun 2014 16:45 WIB
Jakarta - Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendesak pemerintah memprioritaskan perbaikan jalur Pantura untuk arus mudik lebaran. Meski sudah dilakukan pembenahan seperti pembetonan jalan, namun belum mendukung kelancaran arus mudik.

"Angkutan di jalan raya diprediksi tahun ini meningkat sampai 5,8 juta penumpang. 70 persen itu di Pulau Jawa. Jadi, bayangin saja kalau jalur Pantura masih bermasalah bagaimana nanti," kata Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena Soerbakti kepada wartawan terkait 'Persiapan Lebaran 2014' di Pacific Place, SCBD, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).

Eka mengatakan, menjelang Ramadan arus kendaraan angkutan barang meningkat tajam. Sementara, sejauh ini persoalan Pantura selain kerusakan jalan, masih ada kemacetan serta banjir. Persoalan infrastruktur di Pantura ini harus segera dibenahi.

"Saya juga bingung perbaikan pembangunan selalu gencar di hari-hari mau puasa. Di mana angkutan barang pengangkut bahan pokok jelang puasa selalu meningkat tajam. Kalau pun ada jalan tol ya paling cuma mengurangi bukan bisa menyelesaikan," sebutnya.

Selain pembenahan infrastruktur di jalur penting seperti Pantura, Eka menekankan persoalan kendaraan pribadi yang digunakan pemudik yaitu sepeda motor harus diatur. Menurut dia, pemudik yang menggunakan sepeda motor secara keseluruhan bakal meningkat 4,3 persen dengan jumlah prediksi mencapai hampir 2,4 juta. Dibandingkan tahun lalu yaitu pemudik dengan sepeda motor mencapai 2,3 juta. Pemudik pengendara sepeda motor ini paling dominan melintas di jalur Pantura.

"Kasihan kalau dilihat yang harusnya hanya dua orang. Tapi, di motor sampai empat orang dengan anak-anaknya. Ini enggak aman dan harus ditertibkan buat keselamatan. Terus selain jalan rusak, motor, ketiga ya pasar tumpah yang banyak itu," ujarnya.

Organda perkiraan armada angkutan mudik lebaran tahun ini di sektor angkutan jalan raya mencapai 43 ribu armada yang terdiri dari 23 ribu bus AKAP, 16 ribu AKDP, dan 4 ribu bus pariwisata. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 37 ribu armada yaitu terdiri dari 21.800 bus AKAP, 13 ribu bus AKDP, 2.300 bus Pariwisata.

(hat/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads