"Beliau tahu aturan. Dan pekerjaannya tidak ditelantarkan. Sepertinya Pak Zulkifli Hasan juga sudah mengerti. Jadi, tidak masalah dan tidak perlu mundur," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Nurul Arifin di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa (3/6/2014).
Wakil Sekjen Partai Golkar itu menambahkan dalam peraturan dijelaskan kalau terkait kampanye hanya satu hari boleh mengajukan cuti dalam seminggu. Adapun waktu libur sebanyak dua hari seperti halnya pegawai negeri sipil yaitu Sabtu dan Minggu. Jadi, menurutnya dengan waktu cuti satu hari serta libur dua hari memberikan kesempatan aktif berkampanye penuh dalam sepekan. Namun, dengan syarat kalau sisa empat hari lainnya dipakai untuk fokus bekerja sebagai menteri.
"Sebenarnya menteri-menteri yang tergabung ke dalam timses itu sebetulnya mereka sudah tahu. Kalau Undang-Undang itu dikatakan hanya satu hari boleh cuti. Nah, satu hari itu sudah cukup. Karena kita kan sabtu-minggu itu off ditambah satu hari. Jadi dalam satu minggu ikut kampanye tiga hari saya kira sudah lebih dari cukup. Pak Zulkifli Hasan kemarin sudah mengerti," ujar politikus 47 tahun itu.
Dia pun membandingkan Zulkifli Hasan dengan dirinya sebagai anggota legislatif parlemen. Menurutnya, selama ini dia juga kalau berkampanye selama tiga hari dalam sepekan. Persamaan yang diambil kata Nurul adalah sama-sama sebagai pejabat negara.
"Kan punya tugas kewajiban di kantor masing-masing. Sama seperti saya lah sebagai Anggota DPR. Tidak juga setiap hari saya di sini. Kan sama-sama sebagai pejabat negara," sebutnya.
Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yuhoyono menyindir sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang aktif di tim sukses pemenangan pasangan capres-cawapres. SBY meminta menteri-menterinya agar tetap fokus dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di pemerintahan. SBY bahkan menyebut kalau menteri masih ingin aktif terlibat dipolitik maka harus mengundurkan diri.
(hat/erd)










































