"Setengah bulan, untuk April. Akan segera dibayar sore ini," kata Nurhayati.
Hal itu terungkap dalam dialog publik bertajuk 'Mengukur Efektifitas Penerapan ERP Dalam Mengurangi Kemacetan di Jakarta, di Hotel Oria, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).
"Kalau yang bulan Mei memang belum waktunya, harusnya nanti tanggal 6 Juni. Mereka kan masuknya 6 Januari," imbuhnya.
Proses pembayaran gaji, kata Nurhayati mengikuti proses keuangan dengan menggunakan anggaran mendahului.
Keterlambatan setengah bulan ini, menurut Nurhayati akibat dari proses keuangan. Dia juga menjelaskan bahwa selama bus sekolah dikelola secara swakelola, maka para awak bus tidak mendapat Jamsostek dan THR.
"Mereka dikontrak enam bulan. Masuk pertama pada 6 Januari sampai nanti ada operator hasil lelang yang kalau menurut jadwal, bulan ini sudah ada operatornya," imbuhnya.
Nurhayati membantah jika ada aksi mogok dari para awak bus sekolah. "Mereka tadi hanya datang kepada saya dan sudah saya jelaskan. Sudah operasi lagi," kata Nurhayati.
Dia mengatakan sopir bus sekolah mendapat gaji Rp 180 ribu per hari, sedangkan kondektur Rp 150 ribu perhari dengan 5 hari kerja. "Dibayarkan setiap bulan," tuturnya.
(sip/mpr)











































