"Jadi saya seratus 100 persen setuju apa yang dikatakan bapak presiden. Semuanya harus mundur, tidak peduli dari Golkar, PAN, PKB, PKS, PPP, yang tak punya parpol juga harus mundur," tegas Ruhut kepada wartawan, Selasa (3/6/2014).
Menurut Ruhut, para menteri tersebut harusnya tahu etika. Tidak ngotot bertahan untuk memanfaatkan sisa masa pemerintahan.
"Tugas mereka selesai sampai bulan Oktober, sekarang juga sudah tidak aktif, kalau pun aktif kejar setoran. Jadi kalau saya mundur semua," kata Ruhut.
Agar kementerian tetap bekerja dengan baik, Presiden SBY mengimbau menteri yang sibuk jadi tim sukses capres untuk mundur.
"Kalau ada menteri yang memang tidak mungkin lagi mengurusi kementeriannya dan harus aktif di tim sukses saya persilakan mengundurkan diri," imbau SBY dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Nasional Pemilu 2014 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/6/2014).
Menteri yang masuk tim pemenangan Prabowo-Hatta antara lain: Mekokesra Agung Laksono, Menhut Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Mensos Salim Segaf Aljufri dan Menpera Djan Faridz. Semuanya merupakan anggota Dewan Penasihat.
Sementara itu ada dua menteri yang masuk tim sukses Jokowi-JK yakni Menakertrans Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) yang menjadi tim penasihat, dan Menteri PDT Helmi Faishal Zaini yang masuk tim debat. Selain itu masih ada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang telah mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-JK.
(van/trq)











































