Belum Digaji, Sopir Bus Sekolah Mogok Operasi

Belum Digaji, Sopir Bus Sekolah Mogok Operasi

- detikNews
Selasa, 03 Jun 2014 11:23 WIB
Belum Digaji, Sopir Bus Sekolah Mogok Operasi
Jakarta - Puluhan pramudi dan kondektur bus sekolah mogok kerja gara-gara belum menerima upah selama 1,5 bulan. Mereka juga menuntut kejelasan status pekerjaan dan kesejahteraan.

Para pramudi dan kondektur bus sekolah berkumpul di UPT bus sekolah, Kramat Jati, Jakarta Timur. "Hampir satu setengah bulan kita sudah nggak diberi upah. Gaji bulan April baru dibayar bulan Mei kemarin itu pun baru setengah. Sedangkan bulan Mei belum sama sekali dibayar," ujar salah pramudi bus yang minta namanya diinisialkan JS (47) ditemui di lokasi, Selasa (3/6/2014).

Sebagai sopir bus, JS diberi upah Rp 180.000 setiap bekerja. Upah tersebut sudah termasuk dengan uang makan dan transportasi sehari-hari.

"Upah itu dipotong pajak 5% yang nggak tahu buat apa. Nah pembayaran untuk uang makan dibayar di muka, sisanya dibayar akhir bulan. Sedangkan kalau kondektur per hari diberi upah Rp 130 ribu. Sedangkan pembayaran itu pun tidak tentu setiap bulannya kalau upah dibayar di tanggal 11 atau 12 sudah senang sekali," kata JS.

Tak hanya upah yang diberi tanpa kejelasan dengan sistem pembayaran hampir 7 tahun. Sebagai pramudi mereka pun tak pernah mendapat Jamsostek dan THR layaknya pramudi di perusahaan lain.

"Pernah dapat THR tapi bertahun-tahun lalu, itu pun hanya sekali. Setelah itu tidak pernah lagi," katanya

JS mengungkapkan semenjak awal tahun 2014, operasional bus sekolah telah diambil alih oleh UPT bus sekolah. Lantaran kontrak dengan PPD telah selesai, kini operator baru bus pun tengah dilakukan lelang pihak Pemprov DKI Jakarta.

"Pramudi dan kondektur hanya dikontrak selama tiga bulan, setelah itu tidak ada pembicaraan soal kontrak lagi. Jadi status kami tidak jelas," ungkap JS.

Negosiasi dengan Pramudi dan Kondektur bus berjalan alot. Pihak UPT bus sekolah pun menjanjikan akan bayar sisa upah bulan April lalu. Meski kecewa, mereka pun kembali beroperasional dengan gigit jari.

Sementara Kepala UPT Bus Sekolah, Nurhayati Sinaga menolak dimintai konfirmasi. Nurhayati menyatakan tidak ada persoalan di unit yang dikelolanya.

"Sudah beroperasi lagi. Tidak ada masalah. Saya lagi buru-buru karena ada pertemuan dengan DTKJ (Dewan Transportasi Kota Jakarta)," jawabnya singkat.

(edo/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads