Panglima TNI Setuju Pembelian Peralatan Lewat Dephan
Selasa, 21 Des 2004 13:31 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto setuju pembelian peralatan senjata melalui satu pintu, yaitu Departemen Pertahanan. Pembelian peralatan harus berdasarkan kebutuhan utama TNI."Sejauh kalau memang kita bisa bekerja sama, bisa memenuhi kebutuhan yang prioritas memang semua kebutuhan tidak mungkin terpenuhi. Oleh karenanya, harus dibicarakan antara Dephan dengan Mabes TNI supaya Dephan di dalam pengadaaan peralatan militer itu bukan atas dasar pertimbangan mereka tetapi atas dasar kebutuhan utama dari TNI."Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto ketika dimintai komentar mengenai rencana Departemen Pertahanan agar pembelian peralatan militer melalui satu pintu, yaitu Dephan usai upacara Hari Juang Kartika di Lapangan Mabes AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (21/12/2004).Menurut Panglima, yang menentukan prioritas peralatan militer yang bisa digunakan tentunya yang sangat tahu adalah pihak pengguna dalam hal ini TNI."Harapan saya seperti itu, jangan mereka merancang sendiri pada saat dibeli tidak sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.Memang diakui Panglima TNI, dalam pembelian peralatan militer mengacu pada peraturan yang ada saat ini, yaitu dengan melalui pihak ketiga atau rekanan.Tetapi, hal itu sudah terlebih dahulu diajukan ke DPR maupun pemerintah."Untuk itu, aturan itu mungkin perlu ditinjau kembali. Apakah tidak sebaiknya kalau kita membeli peralatan dari luar negeri melalui G to G," demikian Panglima.
(aan/)











































