23 Kapal Perang TNI Akan Hadapi Ranjau di Perairan Surabaya

23 Kapal Perang TNI Akan Hadapi Ranjau di Perairan Surabaya

- detikNews
Senin, 02 Jun 2014 21:18 WIB
23 Kapal Perang TNI Akan Hadapi Ranjau di Perairan Surabaya
Kapal TNI Saat Latihan Gabungan di Asembagus (Foto: Khafifah/detikcom)
Jakarta - Latihan gabungan (latgab) TNI di kawasan Asembagus, akan dimulai dari sektor laut. Dalam sekenarionya, TNI menyerang musuh dari negara yang mengincar kekayaan energi Indonesia.

Serangan dimulai dari Alur Pelayaran Laut Surabaya (APBS). Sebanyak 23 kapal perang yang tergabung dalam Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) akan melewati medan ranjau di area tersebut pada Selasa (3/6) besok.

"Saat melewati medan ranjau Mine Field Transit (MFT), unsur laut dipandu kapal Buru Ranjau (BR) KRI Pulau Rengat-711 yang berada di garis depan formasi tempur," kata Kadispen Armatim, Letkol Laut (KH) Abdul Kadir di Armatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/6/2014).

Dalam skenario latihan, puluhan ranjau laut telah disebar oleh pihak musuh untuk menghambat gerak laju kapal perang menuju daerah sasaran. Rintangan besar ini akan dihadapi oleh KRI Pulau Rupat yang memiliki kemampuan khusus peperangan ranjau.

Namun rupanya ancaman tidak berakhir di situ. Beberapa saat setelah KRI Pulau Rupat berhasil menghadapi bahaya, radar KRI Sultan Hasanudin-366 dan KRI Sultan Iskandar Muda-365 mendeteksi adanya ancaman bahaya udara. Suara sirine meraung-raung dari seluruh kapal perang.

"Seluruh personel dan persenjataan Penangkis Serangan Udara (PSU) siap menyambut serangan udara dari pesawat musuh," katanya.

Dua kapal perang korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) mengunci sasaran udara melalui radar senjata LIROD Mk2. Radar tersebut memandu senjata meriam anti serangan udara kaliber 2 x 20 mm mengikuti setiap pergerakan target yang telah terkunci.

"Meriam PSU dari seluruh kapal-kapal Kogaslagab memuntahkan ribuan butir peluru sehingga pesawat musuh tidak dapat menghindar dan berhasil di hancurkan," katanya.

Setelah berhasil menghancurkan musuh di wilayah laut, kapal-kapal perang itu kemudian menurunkan tank-tank di perairan Banongan. Serangan kemudian dilanjutkan oleh tim darat gabungan.


(kff/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads