"Kami butuh transportasi massal yang aman dan nyaman, tidak seperti sekarang berdesak-desakan tidak manusiawi," kata pengguna commuter line, Ferdy dalam surat elektroniknya ke redaksi@detik.com, Senin (2/6/2014).
Soal kenyamanan mungkin bisa diawali dilakukan dengan perbaikan layanan AC. Bayangkan saja, kala berdesak-desakan, AC tak menyala hanya kipas angin saja yang berputar. Terpaksa jendela dibuka. Ini tak seberapa, kalau kereta berhenti karena ada gangguan, yang berdesak-desakan di jam sibuk bisa ada yang pingsan.
Suara Ferdy, tak jauh beda dengan Sumantri. Menurut dia, skala prioritas perlu dilakukan. Soal angkutan yang on time dan bisa mengangkut penumpang sangat penting, tapi yang bisa dilakukan juga perbaikan AC.
"Untuk menambah kereta lagi butuh waktu lama, lebih prioritas untuk membenahi AC karena kalau AC-nya baik walaupun berdesakkan masih tidak begitu tersiksa seperti ikan dijemur," jelas Sumantri dalam surat elektroniknya.
Suara Ferdy dan Sumantri ini mungkin mewakili mereka yang menggunakan commuter line. Apresiasi memang perlu disampaikan pada PT KCJ yang telah membenahi kereta, tapi ya itu tadi pembenahan harus terus dilakukan sehingga tak segera berpuas diri.
(fiq/ndr)











































