Promosi Hakim yang Minta Duit ke Ayin untuk Golf Jadi Preseden Buruk

Promosi Hakim yang Minta Duit ke Ayin untuk Golf Jadi Preseden Buruk

- detikNews
Senin, 02 Jun 2014 18:05 WIB
Promosi Hakim yang Minta Duit ke Ayin untuk Golf Jadi Preseden Buruk
Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) dinilai seolah-olah menyembunyikan catatan hitam hakim Chaidir dengan memberikannya promosi menjadi Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Aceh. Muncul pertanyaan, begitu mudahkan MA mempromosikan hakim yang pernah mengemis ke koruptor agar bisa bermain golf?

"Ya nggak tahu. Ini apakah memang tidak terdeteksi atau ada catatan tapi tidak diperdulikan," kata pakar hukum Yenti Ganarsih kepada detikcom, Senin (2/6/2014).

Doktor pertama dari studi tindak pidana pencucian uang ini melihat MA menanam benih kepada hakim lainnya. Benih itu adalah rasa tenang ketika meminta uang dari pihak berperkara karena bukan pemecatan yang akan diberikan melainkan promosi jabatan.

"Ini ke depannya hakim tidak akan terlalu takut melakukan itu. Kalau terlibat tetap bisa dipromosikan juga. Ini yang berbahaya," ujar Yenty.

"Kalau ada cacat dan cela dengan mafia peradilan harusnya tamat karirnya. Kalau begini yang lain akan santai saja. Artinya terlalu mudah untuk melupakan suatu pelanggaran," tambah Yenty.

Hakim Chaidir pernah meminta uang ke Artalyta Suryani alias Ayin pada 1 Maret 2008 lalu, uang itu ingin ia pakai untuk bermain golf bersama hakim agung. Peristiwa ini terjadi saat ia masih menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar).

Akibat perbuatannya itu melanggar etika perilaku hakim, Chaidir mendapatkan sanksi berat berupa pencopotan jabatan sebagai ketua PN Jakbar. Setelah itu, Chaidir menjadi hakim tinggi di PT Jakarta. Belum genap dua tahun berlalu, Chaidir lalu dipromosikan sebagai Ketua PT Aceh.

"Kalau terlibat suap seharusnya dipidana dong. Kalau gratifikasi ya dipidana, setelah itu dipecat. Ini sekedar pelanggaran disiplin atau etika? Kalau pidana kenapa nggak diproses? Dia yang menghakimi orang-orang ini, dia terlibat, ya kita jadi pesimis," tutup Yenty.

(vid/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads