Pertemuan dengan pendukung digelar usai Jokowi dan Jusuf Kalla bertemu Sri Sultan HB X di Keraton Kilen, Senin (2/6/2014). Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak itu datang ke Gedung PDHI, Alun-alun Utara Yogyakarta.
Jokowi mengawali orasinya dengan menceritakan kehadirannya di Pasar Beringharjo. Ia tidak membeli apa-apa karena tidak punya uang. Kedatangannya di Yogyakarta, terutama di kawasan Malioboro, menjadi obat rindu dan nostalgia karena pernah kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam pertemuan itu, Jokowi diminta panitia untuk menyampaikan visi dan misi. Namun mantan wali kota Solo itu menolak karena kampanye belum dimulai. Dia pun juga tidak mau menyampaikan hal-hal yang berat-berat.
"Sekarang kan belum, nanti kalau sudah tanggal 5 Juni," katanya.
Jokowi bercerita saat akan blusukan di Pasar Beringharjo, ia tidak mau diturunkan di depan pintu gerbang pasar. "Saya minta sama sopir di sini (agak jauh). Saya ingin nostalgia jalan ngalor-ngidul," kata Jokowi.
Menurut dia, ia masih kuat untuk wira-wiri sekitar Malioboro 5 kali masih kuat. "Masih muda," kata Jokowi disambut tepuk tangan ribuan warga yang memenuhi sekitar gedung PDHI.
Tiba-tiba ada pendukung yang menyeletuk meminta Jokowi menyanyi. Gubernur DKI nonaktif itu menolak karena tidak bisa menyanyi. "Sewu kutho, sewu kutho" teriak pendukung. Sewu Kutho adalah lagu Jawa terkenal yang dinyanyikan Didi Kempot
"Nggak bisa nyanyi," kata Jokowi sekali lagi.
Jokowi kuliah di Yogyakarta selama 4,5 tahun di jurusan Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan UGM. Setelah rampung kuliah, ia balik ke Solo. Sebulan kemudian, dia diterima kerja di Aceh. Dua tahun kemudian, pria ceking itu kembali ke Solo dan menekuni bisnis ekspor produk kayu.
Jokowi mengaku sempat diejek oleh beberapa orang yang mengatakan hanya tukang kayu atau mebel.
"Saya sombong sedikit jadi eksportir produk kayu yang dikirim ke Eropa, Australia, Asia, Timur Tengah dan lain-lain," katanya.
Jokowi mengaku tidak pernah mencalonkan diri atau ingin namanya disorong-sorongkan jadi capres. Tidak pernah melobi atau mengiklankan diri.
"Kalau sekarang ada iklan, itu bukan dari saya. Ada yang masang," katanya.
Jokowi mengunjungi Yogyakarta bersama istrinya, Iriana, dan Anies Baswedan serta beberapa tim pemenangan capres-cawapres. Ia sempat jalan-jalan di Malioboro dan Pasar Beringharjo. Pasangannya, Jusuf Kalla, juga di Yogyakarta tapi berbeda rombongan. Capres-cawapres nomor urut 2 tersebut kemudian bertemu Sri Sultan HB X secara tertutup.
(bgs/try)











































