"Untuk keterlibatan langsung pihak guru atau kepala sekolah, sampai saat ini belum ada satu keterangan pun yang menjurus atau pun menguatkan untuk guru atau kepala sekolah tersebut sebagai pelaku ataupun pernah menyetuh mereka dari anak TK ini," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/6/2014).
Rikwanto menambahkan pihaknya masih terus fokus menyidik 5 petugas cleaning service yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik tengah memberkas BAP kelima tersangka dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.
Dalam berkas tersebut, polisi juga akan melampirkan berkas rekonstruksi serta dokumentasinya.
"Dilimpahkan ke kejaksaan secepatnya. Tinggal menyusun foto dan buat resume. Minggu depan kita buat berkasnya lalu kita limpahkan ke kejaksaan," imbuhnya.
Dikatakan Rikwanto, berkas penyidikan para tersangka hampir rampung. Polisi juga telah melakukan rekonstruksi langsung di TKP, untuk melengkapi BAP para tersangka. Rekonstruksinya sendiri berlangsung tertutup.
"Terakhir dari penyidik sudah melakukan atau melaksanakan rekostruksi di sekolah JIS di salah satu kamar mandi atau TKP dimana itu terjadi yaitu di toilet Anggrek," lanjutnya.
Ada 54 adegan yang direkaulang di lokasi. Dalam proses rekonstruksi itu, kelima tersangka memerankan adegannya, kecuali tersangka Afrischa Setyani yang diperankan oleh pemeran pengganti dan seorang tersangka lain bernama Azwar, yang tewas akibat bunuh diri.
"Afrischa hadir saat rekonstruksi, tetapi dia pakai pemeran pengganti," imbuhnya.
(mei/aan)










































