Travel Warning Bagi AS Jadi Satu-satunya Pilihan
Selasa, 21 Des 2004 11:48 WIB
Jakarta - Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe menegaskan, tidak ada cara lain bagi pemerintah AS selain menerapkan travel warning terhadap Indonesia. Peringatan tersebut diperlukan setelah AS melihat adanya beberapa ancaman di Indonesia.Ancaman itu dilakukan segelintir orang yang sangat fanatik. "Ini harus diinformasikan kepada rakyat Indonesia. Sebab menurut saya terorisme harus diatasi secepatnya karena sudah memakan banyak korban," kata Lynn dalam jumpa pers di Kedubes AS, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, (21/12/2004).Saat ditanya, apakah sudah mengkonfirmasikan kepada pemerintah Indonesia sebelum diberlakukanya travel warning, Lynn mengatakan, informasi-informasi umum seperti itu sudah diberitahukan kepada pihak kepolisian."Kita juga sudah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk mengatasi terorisme ini, tapi kita tidak punya cara lain selain memberlakukan travel warning," ujarnya.Mengenai prospek keamanan di Indonesia sendiri, Lynn mengatakan, secara umum Indonesia adalah salah satu negara yang aman di dunia."Tapi secara spesifik ada sekelompok orang fanatik yang dapat merancang bom dan meledakkan bom tersebut di mana saja serta menewaskan banyak orang. Kami menganggap hal itu sebagai suatu ancaman yang mengerikan, sehingga wajib bagi kami menginformasikannya kepada warga negara AS," paparnya.Seperti diketahui, sejumlah negara seperti Australia, Selandia Baru, Inggris dan AS kini menerapkan travel warning bagi warga negaranya yang akan berkunjung ke Indonesia menjelang Natal dan Tahun Baru. Mereka mensinyalir adanya ancaman teroris di Indonesia.
(umi/)











































