Panasnya hubungan Prabowo-Mega mencuat ke publik setelah dokumen perjanjian Batutulis tersebar luas. Perjanjian Batutulis adalah perjanjian yang disepakati sebelum deal duet Mega-Pro di Pilpres 2014. Isinya kurang lebih Mega bakal mendukung Prabowo di Pilpres 2014 ini.
Karena itu saat PDIP menetapkan Jokowi sebagai capres PDIP, kekecewaan Prabowo memuncak. Prabowo pun bicara bahwa dirinya sudah seperti tak dianggap. Padahal kalau diajak bicara, bukan tidak mungkin Prabowo memahami keputusan Mega tersebut.
"Mbok ya dipanggil. Saya diajak kopi-kopi. Saya sih itu saja. Kok saya disepelekan, seperti dianggap tidak ada," kata Prabowo seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 122, Selasa (1/4/2014).
Nah ternyata Mega sudah lama menjaga jarak dengan Prabowo. Prabowo mengungkap dirinya yang bersilaturahim saat lebaran ditolak Mega. Meski kabar ini kemudian dibantah oleh elite PDIP.
"Jadi, terakhir saya berusaha itu waktu Idul Fitri. Saya merasa dulu kan pernah menjadi wakil beliau, walaupun calon wakil presiden di tiket beliau. Saya datang Idul Fitri. Tetapi dilaporkan atau tidak, beliau tidak keluar. Setelah saya menunggu cukup lama, hampir satu jam tidak keluar, saya pulang," kenang Prabowo.
"Setelah itu saya berusaha minta waktu, sampai hari ini saya belum diterima, tidak apa-apa," ujarnya.
Sebenarnya Prabowo hanya berharap diajak bicara. Seandainya dia dipamiti tentu saja situasi politik keduanya tak seperti saat ini. "Jadi saya merasa kenapa saya tidak diperlakukan dengan baik. Dalam arti, kalau mau berpisah kan bisa dipanggil. Katakanlah 'Mas Bowo, kondisi politik bisa berubah. Saya dapat desakan dari bawah, saya harus mencalonkan orang lain. Mohon pengertiannya," kata mantan Danjen Kopassus ini.
Setelah penetapan Jokowi menjadi capres PDIP, perang dingin kubu Prabowo dan Jokowi terus terjadi. Dalam 'kampanye' Prabowo terus menyerukan capres boneka dan lainnya, kubu Jokowi juga mulai mengungkit masa lalu Prabowo.
Namun di acara pengundian nomor urut capres di KPU, Minggu (1/6/2014) kemarin, seolah perselisihan itu tak pernah ada. Prabowo bersikap sangat 'manis' di KPU.
Prabowo bahkan memberikan hormat militer kepada Mega dan menyalami seluruh koalisi dan capres-cawapres yang diusung, Jokowi-JK. Sontak Mega pun tersenyum, sejumlah petinggi parpol koalisi pendukung Jokowi-JK juga ikut tersenyum. Hari itu bak nostalgia Mega-Prabowo setelah 5 tahun tak bersama.
Selama proses pengundian nomor urut capres, Prabowo yang mendapat nomor urut 1 itu juga tampak mesra dengan Jokowi, Prabowo terlihat beberapa kali merangkul Jokowi dan keduanya tertangkap kamera tengah tertawa bersama.
Lalu apakah hormat militer Prabowo dan senyum Mega ini akan mengakhiri panasnya suhu politik keduanya, ataukah hanya akan jadi nostalgia sehari saja?
(van/try)











































