Saat SBY Mendengar Kabar Kapalnya Akan Karam

Saat SBY Mendengar Kabar Kapalnya Akan Karam

- detikNews
Senin, 02 Jun 2014 14:23 WIB
Saat SBY Mendengar Kabar Kapalnya Akan Karam
Jakarta - Panasnya suhu politik rupanya membuat 'gerah' Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di hadapan 282 perwira tinggi TNI dan Polri SBY mengutip sebuah kabar yang menurut dia perlu dia klarifikasi dan konfirmasi.


Dia menyebut ada pihak yang ingin menarik para jenderal aktif ke ranah politik. Bahkan mereka menyarankan agar para jenderal tersebut untuk tidak mematuhi presiden.

Alasannya, masa jabatan SBY sebagai presiden sudah akan berakhir. "Ada pihak-pihak yang menarik perwira tinggi untuk berpihak kepada pihak yang didukungnya. Tidak perlu mendengar presiden kalian, itu kan kapalnya sudah akan karam," kata SBY di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Senin (2/6/2014).

SBY tak langsung percaya begitu saja saat menerima informasi tersebut. Dia pun mencari konfirmasi dan klarifikasi. "Ketika saya mendapatkan informasi itu, saya minta dikonfirmasi dan diklarifikasi jangan-jangan itu fitnah belaka," kata SBY.

Presiden mengisyaratkan bahwa informasi itu telah dikonfirmasi. Dia pun meminta para jenderal tidak menuruti ajakan tersebut, karena akan mengajari perwira menabrak saptamarga dan sumpah prajurit. Apalagi selama ini setiap hari para tamtama, bintara hingga perwira tinggi TNI selalu mengucapkan saptamarga.

"Kalau dilihat benih-benih itu juga insub-ordinasi oleh karena itu berhati-hatilah jangan tergoda, saya khawatir niat dan tujuannya tidak baik, tidak baik bagi perwira, tidak baik bagi lembaga TNI dan Polri, dan tidak baik bagi negara," kata SBY.

Lulusan terbaik AKABRI 1973 itu pun mengingatkan agar TNI dan Polri tetap menjaga netralitas dalam pemilu. Ketidaknetralan TNI dan Polri menurut dia cukup terjadi sebelum era reformasi.

Setelah era reformasi SBY menyebut ada oknum TNI dan Polri yang tidak netral dalam pemilu, yakni tahun 2004. Meski berlangsung secara damai dan demokratis dia memberi sejumlah catatan kaki untuk pemilu 2004.

"Contoh penjelasan seorang pamen polri yang disiarkan secara luas. Seperti ini, Jangan pilih capres yang lain-lain, pilih capres ini," kata SBY menirukan ucapan sang perwira polri tersebut.

Ada juga seorang komandan kesatuan yang melarang memilih partai tertentu. "Biarlah ini menjadi bagian dari masa lalu. Karena saya yakin saudara tidak akan melakukan seperti itu," kata SBY.

(erd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads