"Dalam peristiwa itu kan hadir juga Bawaslu dan KPU. Tentu mereka punya kewenangan. Tapi itu bukan kampanye. Itu sosialisasi yang dilakukan calon yang ada," kata politisi senior PDIP Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2014).
Pramono menilai yang dikatogerikan kampanye yaitu adalah pernyataan yang memuat ajakan persuasif ke khalayak umum. Namun yang dilakukan Jokowi kemarin hanyalah luapan kegembiraan usai mendapat nomor urut 2 di Pilpres 2014.
"Kalau kampanye kan harus ada unsur ajakan, ada sosialisasi. Tapi itu kan pernyataan kegembiraan mendapat nomor urut," kata Pramono.
Tim Prabowo-Hatta melaporkan sikap Jokowi kemarin itu ke Bawaslu. Mereka melaporkan soal ajakan memilih, dan kedua soal nyanyian berbau kampanye.
Sebelumnya, Minggu (1/6), kemarin, dua pasangan capres serta cawapres mengambil nomor urut undian untuk Pemilu Presiden 2014. Setelah proses pengambilan itu, capres Joko Widodo secara terbuka dalam pidatonya mengajak masyarakat untuk memilih nomor dua.
"Untuk Indonesia yang harmoni dan seimbang, pilihlah nomor dua," ujar Gubernur DKI non aktif itu.
(dnu/trq)











































