Menurut informasi sejumlah pembaca detikcom lewat surat elektronik ke redaksi@detik.com, Senin (2/6/2014), di Manggarai terjadi antrean yang cukup lama.
"Sudah beberapa hari ini saat KRL akan masuk ke Stasiun Manggarai, selalu mengalami antrean yang cukup lama 10-30 menit. Dari pihak KAI selalu beralasan banyak kereta yang akan melintasi Manggarai. Menurut saya kejadian ini disebabkan karena respon persinyalan yang belum cepat, infrastruktur di Jakarta yang belum siap saat jalur ganda diberlakukan, hingga masih berbaginya antara rel untuk KRL dan kereta jarak jauh," jelas Haryono dalam email-nya.
Dia berharap manajemen kereta untuk memisahkan antara jalur kereta jarak jauh dengan KRL sehingga tidak terjadi Lagi keterlambatan yang bisa merugikan penumpang KRL.
Pembaca lainnya, Alif Perdana menyampaikan penambahan jadwal kereta membawa imbas positif, kereta jadi lebih banyak. Namun juga kereta jadi lebih banyak tertahannya. Alif dan istrinya naik dari Stasiun Depok Baru.
"Sempat agak lama tertahan di Stasiun Pondok cina, menurut informasi ada yang mengganjal pintu kereta. Selanjutnya lancar, sampai di Stasiun Tebet kami tertahan lama sekitar 15 menit, diinformasikan kalau masih menunggu antrean masuk stasiun manggarai. Setelah itu kereta jalan sekitar 3 menit kereta berhenti kembali, katanya menunggu antrean masuk Stasiun Manggarai, perkiraan sekitar 10 menit," jelas Alif.
"Hadeuh untuk masuk ke Stasiun Manggarai saja sudah butuh waktu hampir 30 menit. Belum lagi ditahan di Stasiun Manggarai dan alhasil kami sampai Stasiun Gondangdia sekitar pukul 08.39 WIB," tambah Alif.
Sedang menurut Dodi Gunawan, pembaca detikcom lainnya yang naik dari Stasiun Tangerang menuju ke Kampung Bandan dan transit di Stasiun Duri, biasanya kereta datang jam 07.05 WIB, tapi kini pukul 07.22 WIB.
"Kalau penambahan akan menambah keterlambatan, kita semua tetap dirugikan. Kerja selalu telat yang akhirnya berdampak teguran. Dari dulu sampai sekarang keterlambatan selalu terjadi dan tidak pernah ada solusi. Solusinya selalu minta maaf dan minta maaf kalau kereta terjadi keterlambatan," terang Dodi.
(rna/ndr)











































