"Bangsa ini belum mewujudkan kehidupan yang layak khususnya pertanian. Tidak keberpihakan kita sebagai bangsa di sektor pertanian sehingga tidak mewujudkan kedulatan pangan, dan tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Ini harus diatasi oleh presiden terpilih nanti," kata Ketua Koordinator Relawan Eksponen 1966, Abdullah Puteh di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (1/6/2014).
Mantan Gubernur Aceh itu menegaskan masih adanya campur tangan atau intervensi pihak asing serta praktik kriminal menjadi penghambat kedaulatan pangan di dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi yang diklaim tumbuh positif menurutnya belum mampu menopang kemandirian bangsa.
"Semakin dahsyatnya hegemoni, intervensi asing, dan potensi terganggunya keutuhan NKRI menjadi terpuruknya perekonomian Indonesia. Kami lihat Prabowo-Hatta punya konsep ekonomi kerakyatan yang cocok buat Indonesia," ujarnya.
Lanjutnya, dia menyebut kalau kriteria relawan eksponen 1966 cocok dengan karakter yang dimiliki Prabowo. Kriteria yang dirincikannya antara lain memiliki keberpihakan ekonomi kerakyatan, jujur, tegas, dan setia terhadap UUD 1945. Selain itu, peduli dengan kemajuan nasib petani serta nelayan.
"70 persen dari masyarakat petani dan nelayan diharapkan mampu bangkit. Atas pertimbangan seperti itu maka kami relawan eksponen 1966 menyatakan mendukung Prabowo-Hatta di Pemilu Presiden," katanya.
(hat/gah)











































