"Dimulai di bulan Desember kita melakukan seminar dan ada nama Jokowi, kemudian di seminar presiden pluralisme kita juga namanya pak Jokowi yang keluar. Kemudian di bulan April kita buat seminar 'Mengapa Jokowi' dan banyak orang yang memberikan alasan yang logis. Jadi memang karena sosok Pak Jokowi," kata Ketua Panitia Adhe Aurora Gultom mengawali sambutannya di Balai Suwono, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (1/5/2014).
Luhut Pandjaitan hadir menggantikan Jokowi-JK yang berhalangan hadir. Turut hadir, politisi senior partai Golkar Fahmi Idris dan beberapa alumni UI lainnya seperti Bili Sarwono, Ade widjajanto dan puluhan alumni lainnya.
"Deklarasi, komunitas alumni UI. Dengan ini menyatakan bahwa kami mendukung Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai capres cawapres 2014," teriak sejumlah alumni di atas panggung yang diikuti alumni lainnya.
Sosok Jokowi yang jujur dinilai sebagai poin penting yang membuat pasangan ini patut didukung.
"Selain itu, beliau juga memilihnya Pak Jusuf Kalla yang kita semua sudah tahu bagaimana track recordnya selama ini," katanya.
Dalam sambutannya, Luhut bercerita tentang sosok Jokowi yang sudah dikenalnya lebih dari 6 tahun. Menurutnya Jokowi bukanlah capres boneka dan apa yang dilakukan Jokowi selama menjabat sebagai Gubernur sama sekali bukan pencitraan.
"Beliau (Jokowi) tidak ada yang bisa mengatur. Kalau dia sudah yakin dengan sesuatu, maka tidak ada yang bisa mengatur," ujar Luhut.
Usai deklarasi, Ade menyatakan akan menjaring suara dari kalangan sesama alumni atau di lingkungan profesinya. Komunitas ini mewadahi sejumlah alumni yang menyatakan dukungan pada Jokowi JK.
"Iluni (Ikatan Alumni UI) sudah menyatakan netral. Tapi juga mempersilahkan komunitas-komunitas mendukung capres tertentu. Lagipula, kita juga tahu banyak alumni yang jadi tim sukses capres sebelah (Prabowo)," ujarnya.
(kha/gah)










































