Pantauan detikcom, Minggu (1/6/2014), usai melakukan seremoni di Lapangan Balai Raya Semarak, Bengkulu, Boediono dan rombongan langsung menuju sebuah rumah di jantung kota Bengkulu di Kecamatan Ratu Samban.
Rumah dari kayu itu kini telah dijadikan sebagai cagar budaya. Boediono sempat masuk didampingi istrinya, Herawati Boediono. Tampak juga Ketua MPR Sidarto Danusubroto dan istrinya serta perwakilan keluarga Soekarno yaitu Puan Maharani.
Di rumah itu, Soekarno menjalani pengasingan dari tahun 1938 hingga tahun 1945. Soekarno juga bertemu dengan istrinya, Fatmawati untuk pertama kalinya juga di rumah tersebut.
Boediono kemudian menuju ke bagian belakang rumah. Terdapat sebuah sumur yang digunakan sebagai sumber air di rumah itu. Boediono pun sempat mencuci muka dengan air sumur itu.
"Konon, kalau cuci muka bisa awet muda," kata pemandu di lokasi.
Ketua MPR Sidarto Danusubroto yang datang bersama rombongan Boediono juga sempat membasuh muka dengan air sumur itu. Tak lama kemudian, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke RS Bhayangkara dan diteruskan ke Pelabuhan Baai, Bengkulu.
(dha/gah)











































