Trikora Harjo, Manager PT Angkasa Pura I cabang Bandara Juanda mengatakan pemberlakukan pembatasan boarding call itu mulai Juni 2014. Tujuannya, untuk memberikan kenyamanan dalam pelayanan pada calon penumpang yang ada di Bandara Juanda.
Mantan Kakansar Jatim tersebut menjelaskan, bahwa maksud dari boarding call yang ditiadakan adalah hanya secara global yang ada di Bandara Juanda saja. Namun, pengumuman itu akan diberlakukan saat berada didalam waiting room.
“Untuk pengumuman penerbangan itu tetap ada. Tapi, hanya diberlakukan di dalam waiting room saja,” ujar dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (31/5/2014).
Pengumuman yang dimaksud dalam waiting room, Trikora kembali menjelaskan, bahwa ketika calon penumpang sudah berada di dalam dan duduk menunggu masuk ke pesawat. Trikora juga memberikan contoh pengumuman yang dimaksud di dalam waiting room.
“Calon penumpang dengan penerbangan Garuda dengan tujuan Surabaya-Jakarta akan segera berangkat. Nah, pengumuman itu dilakukan saat berada di dalam waiting room,”tegas dia.
Tapi, boarding call pada calon penumpang dengan menggunakan pengeras suara itu masih akan bisa dilakukan di Bandara Juanda dalam kondisi tertentu.
“Pertama pengumuman itu akan diberlakukan ketika ada pesawat yang delay. Kedua, diberikan pada calon penumpang yang belum datang, dan pesawat yang akan melakukan terbang,” urai dia.
Dengan pemberlakuan perubahan tersebut, pihak PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, mengharapkan pada calon penumpang pesawat yang berada di Bandara Juanda harus mempersiapkan diri, disiplin dan tepat waktu, agar tidak sampai terlambat. Yang harus dilakukan calon penumpang adalah tiba di Bandara Juanda satu jam sebelum pesawat melakukan terbang.
Selain itu calon penumpang harus teliti melihat tiket yang dimilikinya. Untuk mengetahui jadwal penerbangan termasuk lokasi letak pintu mana mereka harus melakukan boarding.
“Pemberlakuan itu akan dilakukan dengan sosialisasi secara bertahap. Dengan memberikan papan dan spanduk sebagai pengumuman. Untuk mengenai waktunya, kita akan sampaikan sampai masyarakat atau calon penumpang sudah mengetahui,” tandas Trikora.
(gik/nwk)











































