"Saya tidak di tim (Prabowo), suami saya yang di tim Gerindra. Tapi saya ikut garis ibu, saya sama keluarga Gus Dur mengayomi semua calon," ujar Yenny di kediamannya Jl Warungsila, Jagakarsa, Jaksel, Sabtu (31/5/2014).
Keputusan ini diambil sebab keluarga Gus Dur khawatir bakal adanya gesekan di kalangan nahdliyin pada Pilpres. Alasannya banyaknya tokoh NU yang menjadi timses Prabowo-Hatta ataupun Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat bingung nahdliyin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap tokoh NU yang menjadi timses memberi contoh gaya kampanye positif. "Ini harus diamankan, pasca pemilihan jangan sampai terluka dalam, karena timses berlebihan dengan black campaign, semua jadi terpecah. Jadi harus diayomi," imbuhnya.
(fdn/brn)











































