Selain juga menemui Michael Aryawan, reporter Kompas TV yang juga menjadi korban aksi kekerasan. Tiga orang korban yang masih dirawat yakni Julius Felicianus, pemilik rumah yang juga menjadi tempat acara peribadatan doa rosario pada hari Kamis (29/5/2014) malam.
Siti Noor Laila kepada wartawan di Black Canyon Kafe Babarsari seusai menemui korban di rumah sakit mengungkapkan Julius Felicianus yang juga Direktur Galangpress mengalami luka di bagian kepala robek bagian kepala, bahu dan tulang punggung kiri patah.
Nurwahid bersama anaknya yang berada di lokasi karena menunggui istrinya di tempat itu saat kejadian. Dia luka di bagian hidung, kepala bocor dan tangan lecet-lecet.
"Dia yang melindungi jemaat yang pertama kali saat penyerangan terjadi," katanya.
Penyerang melempari dengan batu dan pot bunga ke dalam rumah. Mereka ada juga yang merusak sepeda motor yang ada di halaman.
"Dia yang meminta jemaat masuk ke dalam untuk berlindung," katanya.
Laila mengatakan T anak Nurwahid juga luka akibat tangannya disetrum menggunakan alat setrum portabel yang dibawa penyerang. Saat ini anak tersebut masih trauma.
"Nurwahid adalah korban yang paling parah secara psikis karena yang pertama kali dianiaya dan harus melindungi anaknya," kata Laila.
Menurut dia, Nurwahid saat ini masih trauma, ketakutan dan terintimidasi dengan peristiwa itu. Pihaknya akan bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menangani T. Dia juga akan bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Kami juga sudah bertemu dengan Michael Aryawan reporter Kompas TV yang turut jadi korban saat meliput peristiwa itu," katanya.
(bgs/jor)











































