Pelaku yang diketahui masih berusia 13 tahun itu diduga telah mencabuli ketiga belas teman bermainnya. Peristiwa pelecehan itu diketahui Kamis (29/5) lalu setelah korban bercerita kepada kedua orang tuanya.
"Mereka ngakunya digituin oleh pelaku saat main, usut punya usut oleh warga sini ternyata ada sekitar 13 anak lain yang jadi korban. Mayorita mereka anak-anak di sekitar sini," ujar paman korban yang ditemui di rumahnya Jumat (30/5/2014) petang.
Dikatakan paman korban mayoritas korban yang menjadi korban pelecehan seksual dua belas di antaranya anak laki-laki dan seorang perempuan. Pelaku sendiri masih duduk di kelas VI SD di Kramat Jati.
"Kebanyakan korban cuma dipegang-pegang kelaminya sama pelaku, tetapi ada juga yang mengaku pantatnya disodok pakai tangan dan kayu," imbuhnya.
Menurutnya aksi pelecehan seksual tersebut telah beberapa kali dilakukan oleh pelaku. "Umurnya korban di bawah dia (pelaku) semua," tuturnya.
Sementara secara terpisah Kanit PPA Polres Jakarta Timur, Kompol Endang Lestari membenarkan peristiwa itu. Salah satu korban yang melapor tengah divisum di Rs Polri.
"Laporan sudah kita terima, saat ini sedang kita buat LP dan dilakukan rekon visum. Saat ini baru satu yang lapor, ini sedang kita mau visum," kata Endang.
Dikonfirmasi jumlah korban yang mencapai 13 orang. Endang memilih menutup rapat mulutnya.
"Masih dalam penyidikan kalau ada perkembangan nanti saya beritahu lagi," ungkapnya.
(edo/gah)










































