Ini Alasan Band Radja Kagumi Prabowo Sebagai Capres

Ini Alasan Band Radja Kagumi Prabowo Sebagai Capres

- detikNews
Jumat, 30 Mei 2014 16:34 WIB
Ini Alasan Band Radja Kagumi Prabowo Sebagai Capres
Jakarta - Band Pop Rock Radja mengungkapkan alasan memilih Prabowo Subianto di Pemilu Presiden karena kagum dengan ketegasan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut. Selain itu, Prabowo dinilai bisa memperjuangkan persoalan yang sering dialami kalangan musisi seperti pembajakan.

"Justru dari militer itu gue salut. Bisa berani dan tegas buat selesaian persoalan negara. Bisa bantu dan enggak mencla mencle buat selesaikan masalah musik," kata vokalis Radja, Ian Kasela saat ditemui di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Jumat (30/5).

Ian menyebut sejauh ini belum ada presiden yang memperjuangkan kesulitan yang dialami pelaku seni seperti musisi. Padahal, dari segi peran dan pengaruh, dunia musik bisa memberikan amunisi positif bagi bangsa.


Dia pun berharap Prabowo kalau kelak terpilih sebagai Presiden bisa memperjuangkan persoalan yang dialami kalangan musisi menjadi salah satu prioritas.

"Masalah hak cipta, pembajakan yang semakin kacau. Ini harus ada prioritas dan jangan dibiarin. Kasihan loh kalau kita tur musik ke Australia, Malaysia, kita ini dianggap kayak negara pembantu. Kita harus bangkit dari sektor musik," ujarnya.

Lantas, disinggung apakah cara Radja ini ikut-ikutan dengan band lain yang mencari dukungan di musim Pemilu, Ian menepisnya. Dia menegaskan kalau sebagai warna negara memiliki hak pilih yang perlu disalurkan dan dihormati tanpa intervensi. Ian juga mengaku ada ada kesempatan untuk performance di Rumah Polonia, Radja bakal melakukannya.


"Kita bukan latah. Gue dah ngomong sama Moldy (gitaris), Ojie (bass) soal pilih Prabowo. Ini serius soal suara pilih masyarakat," ujar pria bernama lengkap Iandhika Mulya Ramadan.

Lalu ditanya apakah Radja bakal menggandeng penggemarnya yang mencapai tujuh juta orang untuk memilih Prabowo? Ian menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada masing-masing fansnya."Itu hak masing-masing. Gue gak bisa tentuin atau ajak paksa mereka gini gitu kan," katanya.

(hat/erd)


Berita Terkait