"Justru dari militer itu gue salut. Bisa berani dan tegas buat selesaian persoalan negara. Bisa bantu dan enggak mencla mencle buat selesaikan masalah musik," kata vokalis Radja, Ian Kasela saat ditemui di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Jumat (30/5).
Ian menyebut sejauh ini belum ada presiden yang memperjuangkan kesulitan yang dialami pelaku seni seperti musisi. Padahal, dari segi peran dan pengaruh, dunia musik bisa memberikan amunisi positif bagi bangsa.
"Masalah hak cipta, pembajakan yang semakin kacau. Ini harus ada prioritas dan jangan dibiarin. Kasihan loh kalau kita tur musik ke Australia, Malaysia, kita ini dianggap kayak negara pembantu. Kita harus bangkit dari sektor musik," ujarnya.
Lantas, disinggung apakah cara Radja ini ikut-ikutan dengan band lain yang mencari dukungan di musim Pemilu, Ian menepisnya. Dia menegaskan kalau sebagai warna negara memiliki hak pilih yang perlu disalurkan dan dihormati tanpa intervensi. Ian juga mengaku ada ada kesempatan untuk performance di Rumah Polonia, Radja bakal melakukannya.
Lalu ditanya apakah Radja bakal menggandeng penggemarnya yang mencapai tujuh juta orang untuk memilih Prabowo? Ian menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada masing-masing fansnya."Itu hak masing-masing. Gue gak bisa tentuin atau ajak paksa mereka gini gitu kan," katanya.
(hat/erd)










































