JK curhat tentang kesuksesan pria karena dukungan dan peran istri. Menurutnya susah hebat seorang pria tergantung dari istri.
"Bagaimana saya bila tidak ada istri, bila saya capek tidak ada yang menyediakan air, menukarkan baju. Bagaimana saya bisa kemana-mana?" papar JK, Jumat (30/5/2014).
Menurutnya hal ini disampaikan sebagai cerminan bagi dirinya sendiri. Dia berharap agar muslimat NU yang anggotanya perempuan ini bisa menjadi istri yang berada di balik kesuksesan para suami.
"Saya bicara kepada diri sendiri ini, bukan kepada siapa-siapa. Kita semua ingin muslimat NU sebagai organisasi besar agar memberikan bakti kepada seluruh masyarakat lebih besar lagi," ujarnya.
JK mengungkapkan, ibu-ibu zaman sekarang sudah lebih maju dan melek teknologi. Mereka mendapatkan kemudahan dan bisa menjalankan tugas ibu rumah tangga dengan lebih cepat.
"Dulu ibu saya butuh 6 jam untuk mengurus rumah tangga. Mengurus anak, cuci baju, ke pasar, mengurus suami. Sekarang ada mesin cuci, microwave, rice cooker, yang mampu ada suster, pembantu. Belanja tidak lagi ke pasar, namun minimarket," kata JK sambil disambut tawa hadirin.
Menurutnya perempuan harus bisa berfungsi lebih di masyarakat. Jika perempuan memiliki kemampuan dan mental yang hebat maka suami mereka akan ikut hebat.
"Di belakang lelaki hebat ada wanita hebat. Kalau enggak ada wanita, gimana bisa hebat? Percayalah di belakang laki hebat ada wanita hebat," pesan JK.
(slm/nwk)











































