Habiskan Rp 84 M, Ini Daftar 'Belanja' Anas Untuk Gerilya Jadi Ketum PD

Sidang Pencucian Uang

Habiskan Rp 84 M, Ini Daftar 'Belanja' Anas Untuk Gerilya Jadi Ketum PD

- detikNews
Jumat, 30 Mei 2014 15:21 WIB
Habiskan Rp 84 M, Ini Daftar Belanja Anas Untuk Gerilya Jadi Ketum PD
Jakarta - Mantan anggota DPR Anas Urbaningrum didakwa menerima duit lebih dari 100 miliar dari sejumlah proyek yang dibiayai APBN yang digarap Permai Group, perusahaan bentukan Anas dan M Nazaruddin. Sebagian uang digunakan untuk biaya kongres dan pencalonan sebagai ketum PD. Untuk apa uang tersebut?

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (30/5/2014) dipaparkan penerimaan Rp 84,515 miliar dan US$ 36,070 untuk persiapan pencalonan ketum Demokrat pada tahun 2010.

Total duit yang diterima itu digunakan antara lain untuk biaya posko tim relawan pemenangan Anas di Apartemen Senayan City Residence yang disewa 6 bulan pada 18 Januari 2010-17 Juli 2010 sebesar US$ 30,900 dan Posko II di Ritz Carlton Jakarta Pacific Place untuk penggunaan tanggal 12 April-26 Mei 2010 sebesar US$ 5,170.

Untuk biaya pertemuan dengan 513 DPC dan DPD pada bulan Januari 2010 di Apartemen Senayan City, masing-masing DPC mendapat uang saku Rp 10 juta dan tiap koordinator wilayah diberikan uang operasional sebesar Rp 25 juta dan biaya entertainment seluruhnya Rp 7 miliar yang diberikan oleh Anas melalui Eva Ompita Soraya, Rahmad dan Edo.

Untuk biaya pertemuan dengan ketua 430 DPC pada akhir bulan Februari 2010 di Apartemen Senayan City diberikan uang Rp 10 juta untuk masing-masing DPC dan tiap koordinator wilayah diberikan uang operasional sebesar Rp 25 juta dan untuk entertainment sebesar Rp 20 juta, sehingga keseluruhan Rp 7 miliar yang diberikan oleh terdakwa melalui Eva Ompita Soraya, Rahmad dan Edo.

Untuk biaya pertemuan tandingan saat Andi Alifian Mallarangeng mendeklarasikan sebagai calon ketum, dengan mengumpulkan 446 DPC pada tanggal 28 Maret 2010 di Ballroom Hotel Sultan dengan rincian biaya paket meeting dinner untuk 300 pax sebesar Rp 60 juta, menyewa kamar untuk tanggal 28-29 Maret 2010 sebesar Rp 360 juta, biaya makan di restoran Peacock di main tower dari tanggal 28-29 Maret 2010 sebesar Rp 19,58 juta sehingga seluruh pembayaran Rp 380,574 juta.

Selain itu atas perintah Anas, masing-masing DPC diberikan uang saku Rp 10 juta, untuk masing-masing koordinator diberikan uang operasional sevesar Rp 24 juta dan untuk entertainmen diberikan Rp 20 juta termasuk uang untuk 138 DPC yang bergabung ke Anas setelah ikut deklarasi Andi Mallarangeng.

"Untuk seluruh kegiatan tersebut, dilekluarkan uang Rp 11 miliar yang diberikan oleh Evita Ompita Soraya, Rahmad dan Edo," ujar jaksa KPK Yudi Kristiana.

Sedangkan untuk biaya roadshow Anas bersama tim sukses pada Maret-April 2010, masing-masing DPC di wilayah yang didatangi diberikan uang saku Rp 20 juta, koordinator wilayah Rp 50 juta dan biaya entertainment tiap koordinator Rp 20 juta. Untuk kepentingan roadshow, duit yang dikeluarkan Rp 15 miliar.

Untuk biaya deklarasi pencalonan Anas sebagai ketum di Hotel Sultan pada 15 April 2010, Anas menghabiskan duit Rp 976 juta dan biaya event organizer OPAPACI (PT Sarana Bangun Cipta) Rp 601 juta.

Dalam deklarasi hadir 460 DPC dan tiap-tiap DPC diberikan uang Rp 20 juta, 37 koordinator masing-masing mendapat Rp 50 juta dan entertainment untuk koordinator Rp 25 juta, serta biaya siaran live Metro TV Rp 2 miliar, siaran TVOne dan RCTI sebesar Rp 4,5 miliar.

"Untuk kepentingan deklarasi Anas sebagai calon ketum telah menghabiskan dana yang keseluruhannya Rp 20 miliar," sebut jaksa.

Sedangkan untuk biaya event organizer OPAPACI guna menyediakan meja informasi, menyambut peserta kongres dari lokasi kongres ke hotel menginap, membagikan goody bag, menyediakan satu tenda besar berisi buffet makanan, round table dan gambar Anas yang terletak di samping pintu masuk dengan biaya Rp 2,015 miliar.

Untuk pembelian handphone BlackBerry sebanyak 400 unit yang sudah diprogram, diisi nomor dan nama-nama Ketua DPC pendukung serta diisi pulsa Rp 100 ribu untuk dibagikan kepada seluruh pendukung Anas dengan keseluruhan biaya Rp 1 miliar

Untuk biayak pembuatan iklan layanan masyarakat dan iklan masyarakat dan iklan politik Rp 13 miliar yang digunakan antara lain untuk M Ichdan Loulembah dari PT Impact Indonesia untuk membuat iklan layanan masyarakat dan iklan politik dengan judul "Anas untuk Demokrat 1" dengan biaya sebesar Rp 3,2 miliar. Terakhir, ada biaya komunikasi media yaitu Jawa Pos Group dan Rakyat Merdeka pada bulan April 2010 sebesar Rp 8,5 miliar.

(fdn/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads