"Kalau sifatnya tertutup bagaimana korban bisa melihat, saksi yang menggantikan korban yaitu saya pengacaranya bisa melihat," ujar Andi di depan sekolah JIS di Jalan Terogong Raya, Jaksel, Jumat (30/5/2014).
Andi mengatakan, dirinya sudah menghubungi kepolisian untuk mempertanyakan dan meminta akses masuk untuk melihat rekonstruksi. Karena menurutnya, rekontruksi ini harus disaksikan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Saya akan minta akses ke JIS untuk melihat. Karena kita harus menyaksikan dan meminta rekonstruksi dilakukan terbuka," jelas Andi yang mengenakan batik merah itu.
Andi memastikan bahwa korban tidak akan dihadirkan dalam rekonstruksi yang akan dilakukan pihak sekolah hari ini. Andi menuturkan, dirinya yang akan menggantikan pihak korban.
"Korban tidak akan datang. Saya yang akan menggantikan," ujar Andi.
Rekonstruksi akan sangat berguna untuk membuka segala keganjalan-keganjalan kasus pencabulan tersebut. Dan nantinya akan ketahuan apakah pihak sekolah ikut andil dalam pencabulan tersebut.
"Siapa dan bagaimana pelaku nantinya akan ketahuan. Karena masih ada tanda tanya. Dan terjadi pembiaran oleh pihak kepolisian jadi rekonstruksi harus menjawab," jelas Andi.
Andi juga berharap, dengan selesainya polisi melakukan rekonstruksi, kasus ini akan segera masuk ke persidangan. Dikarenakan kasus ini sudah berjalan lebih dari dua bulan.
"Berdasarkan BAP dan keterangan saksi lainnya saja. Dan kasus ini sudah berjalan dua bulan dan belum ada pelimpahan. Untuk itu hasil ini nantinya bisa jadi bahan pelimpahan tahap dua dan bisa membuka tabir lain," tutup Andi.
Andi lalu masuk ke dalam JIS untuk meminta izin agar rekonstruksi dapat dilihat olehnya yang ditunjuk keluarga korban sebagai saksi. Sebelum dia datang, terlihat dua mobil polisi dari Polsek Cilandak masuk ke dalam dan sebuah mobil dari Polres Jakarta Selatan.
(spt/mpr)











































