Black Campaign dan Isu Sara Bisa Bikin Pemilih Apatis terhadap Pilpres

Black Campaign dan Isu Sara Bisa Bikin Pemilih Apatis terhadap Pilpres

- detikNews
Jumat, 30 Mei 2014 14:21 WIB
Black Campaign dan Isu Sara Bisa Bikin Pemilih Apatis terhadap Pilpres
Jakarta - Belum ditetapkan sebagai capres dan cawapres, pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK sudah saling serang isu kampanye hitam bahkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Isu itu dinilai justru bisa membuat masyarakat apatis terhadap Pilpres.

"Isu yang dimunculkan sebelum kampanye resmi oleh pasangan calon dengan black campaign, bisa berdampak pada pemilih bisa jadi apatis. Karena informasi yang disampaikan tidak membuat mereka optimis, semangatnya saling menjatuhkan dan menjelekkan," kata koordinator nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M Afifuddin.

Hal itu disampaikan dalam diskusi bertema 'Catatan Kritis Penyelenggaraan Pemilu Menuju Pilpres 2014' di kantor KPU Jl Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (30/5/2014).

Menurutnya, isu yang baik harusnya bisa membuat masyarakat berpikir tak akan sia-sia menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres. Capres dan cawapres harusnya bisa lebih mengedepankan visi, misi, dan program.

"Kalau yang dijual hanya isu-isu black campaign maka orang akan bepikir, terus apa yang baik dari kalian?," ujarnya.

"Tak usah pusing dengan kampanye hitam terhadap pasangan calon apalagi SARA. Selain berpotensi menciptakan konflik yang lebih besar juga konflik horizontal karena hanya ada dua pasangan calon, kalo nggak A ya B," paparnya.

Terlebih menurut Afifuddin, adalah isu Sara yang sama sekali tak mendidik tapi digoreng terus oleh kedua pasangan calon. "Jangan sampai isu ini dikapitalisasi bisa shalat, bisa ngaji, ganteng," tuturnya.

Pihaknya menyayangkan isu-isu kampanye hitam dan SARA itu, justru ikut dilontarkan oleh aktor intelektual yang sebelumnya diketahui sangat arif mengedepankan isu-isu politik.

"Ngapain kita mengambil suara pemilih dengan menjelek-jelekkan orang lain? Jual saja apa yang mau dijual, jalankan apa yang akan dilakukan ketika terpilih," ucapnya.


(iqb/dnu)


Berita Terkait