"Sudah betul itu jaksanya pintar itu. Kodok pun tahu kalau anas itu ambisi nyapres. Makanya sekarang diketawain kodok dia itu," kata Ruhut saat berbincang dengan detikcom, Jumat (30/5/2014).
Menurut Ruhut, sejak awal masuk sebagai kader PD pun Anas sudah menunjukan gelagat ambisi nyapres. Upaya itu pun kini sia-sia.
"Makanya kubilang kalau mau jadi yang terbaik itu harus mulai dari bawah. Nggak bisalah buru-buru seperti itu," imbuh Ruhut.
Anggota Komisi III DPR RI ini menyebut Anas menggunakan banyak cara untuk meraih ambisinya. Namun dia tak tahu kalau Anas pun sampai menerima gratifikasi survei.
Sebelumnya Jaksa KPK menyebutkan langkah Anas mengundurkan diri dari KPU adalah untuk menjadi capres. Langkah itu pun dilanjutkan dengan masuk ke Partai Demokrat.
"Pada tahun 2005 terdakwa mundur dari anggota KPU karena ingin mewujudkan keinginan menjadi Presiden. Terdakwa kemudian bergabung dengan Partai Demokrat," kata jaksa KPK membacakan surat dakwaan untuk Anas Urbaningrum, Jumat (30/5/2014).
(bpn/mad)











































