"Secara on tidak. Tapi, secara non formal iya. Kami sempat kontak-kontakan dengan yang di sana, kami pasti selalu ajak seperti itu," kata Moekhlas di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).
Dia mengatakan kampanye damai dan tanpa menggunakan black campaign perlu disosialisasikan bersama. Selain tidak bagus untuk contoh kepada masyarakat, black campaign itu berujung fitnah.
"Itu tidak bagus, tidak layak buat rakyat dan bisa menjadi sebuah fitnah. Soal nanti siapa yang maju saya rasa perlu bermain secara fair dan gentle," sebut purnawirawan bintang tiga itu.
Dia pun menyebut kalau kedua koalisi ini harus tegas melarang black campaign, karena rentan dimanafaatkan oleh pihak ketiga. Menurut dia kemungkinan adanya pihak ketiga seperti asing yang menjadi dalang black campaign bisa saja terjadi.
"Yah, karenanya harus diakhiri dan dilarang. Kalau di sini dilarang, sana juga gitu dong. Karena tidak ada yang diuntungkan. Jangan sampai orang lain tepuk tangan. Jangan-jangan kita digosok-gosok, kita digalang, untuk melakukan perbuatan sesuai dikte mereka, pihak ketiga," ujarnya.
(hat/erd)











































