"Misalnya pakai palsukan tanda tangan saya juga, apa. Itu cara-cara murahan, rendahan. Tidak intelek, tidak cerdas," kata Jokowi dengan wajah serius di acara musyawarah kelurahan se-Jakarta Timur, GOR Matraman, Jalan Balai Rakyat, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).
Ia menyatakan isu-isu negatif semacam itu semakin sering ditujukan padanya belakangan ini. Karena itu, dalam beberapa kesempatan ia selalu mengklarifikasi isu tersebut. Termasuk saat menghadiri musyawarah perangkat pemerintahan Jakarta Timur dengan status sebagai gubernur.
Pasalnya, isu itu meresahkan warga Jakarta khususnya para perangkat pemerintahan sekelas RT/RW. Masalah ini selalu ia dapatkan saat blusukan ke pemukiman warga.
"Tiap hari adanya hanya ada kampanye hitam, isu-isu yang tersebar lewat sms. Meresahkan, kayak Jakarta waktu semua RT/RW resah gara-gara uang operasional mau dihapuskan. Baru saja dinaikkan masa dihapus? Cara-cara seperti itu berpolitik meresahkan masyarakat. Kalau saya ke kampung, masyarakat pasti banyak yang mengadu," sambungnya.
Ia mengimbau agar warga tak mudah percaya bila disuguhkan isu semacam itu. Terlebih jelang perhelatan pilpres dan ia menjadi salah satu kandidatnya.
"Dalam bulan-bulan politik seperti ini, nggak usah termakan isu. Caranya ya pakai logikanya. Yang nggak masuk logika nggak usah dipercaya," pungkasnya.
(bil/mpr)











































