MoU ini dilaksanakan di aula Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan sebagai langkah mengantisipasi banjir di Jakarta.
"Tindak lanjut dari normalisasi kali pesanggrahan yang melewati tanah Polri, yakni sekolah polwan di Pasar Jumat," kata Dirjen SDA KemenPU, M Hasan saat memberikan sambutannya.
Ia mengatakan pembebasan lahan serta pengerjaan fisik proyek ini harusnya selesai pada Agustus namun akan diperpanajng hingga Desember 2014. MoU ini dilakukan untuk mempercepat lahan di sepanjang kali Pasanggrahan yang panjangnya sekitar 22 km.
"Insya Allah secara fisik progres 70 persen, tapi fungsi pengaliran baru separuh sungai karena terhambat pada pembebasan lahan," ujarnya.
Jokowi sendiri menyatakan normalisasi ini akan membantu Jakarta keluar dari masalah banjir. Pemprov DKI bertugas untuk membebaskan lahan sementara pengerjaan fisiknya akan dikerjakan oleh KemenPU.
"Bagian kita bagian pembebasan lahan, pembahsan tanah, bagian pak Dirjen, bagian kemen PU yang berkaitan dengan fisiknya, konstruksinya, pelebaranannya, dan pendalamannya," ujar Jokowi usai acara MoU.
Normalisasi ini bagian dari proyek Kali Pasanggrahan, Angke dan Sunter yang sudah berjalan 3 tahun terakhir. Untuk kali ini KemenPU berharap pemprov DKI segera membebaskan lahan di daerah Kedoya, Ulu Jami, Cipulir sebelum musim hujan. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 500 miliar gabungan dari pemerintah pusat dan pemda DKI.
(bil/mad)











































