Perang Bintang Tim Pemenangan Jokowi dan Prabowo

Perang Bintang Tim Pemenangan Jokowi dan Prabowo

- detikNews
Kamis, 29 Mei 2014 06:41 WIB
Perang Bintang Tim Pemenangan Jokowi dan Prabowo
Jakarta - Pertarungan jelang Pemilihan Presiden di antara poros Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa makin panas.

Tidak hanya saling 'serang' melempar wacana dan isu, tapi kedua kubu juga terus bergerilya menggalang dukungan dari berbagai kalangan untuk mendulang kemenangan.

Sejak kedua pasangan dideklarasikan sebagai duet capres-cawapres yang akan bertarung di pilpres, masing-masing pihak bergerilya menggalang tim pemenangan dan dukungan. Pada tahap pertama, penggalangan koalisi telah selesai. Baik Jokowi maupun Prabowo berhasil membangun koalisi. Namun gerilya menggalang dukungan tidak berhenti di partai politik. Kedua kubu langsung giat mendekati berbagai tokoh, komunitas, organisasi hingga artis. Dukungan beragam kalangan itu diyakini akan mampu mendongkrak perolehan suara bagi masing-masing kandidat.

Terhitung sejak deklarasi dilakukan, Jokowi-JK yang didukung PDIP, NasDem, PKB, Hanura, dan PKPI tak berhenti mendekati kalangan cendekiawan, purnawirawan TNI-Polri, tokoh agama, akademisi, hingga artis. Langkah yang sama juga dilakukan Prabowo-Hatta yang didukung Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar, dan PBB.

Tak dipungkiri, pertarungan kedua capres-cawapres akan berlangsung seru. Masing-masing memiliki peta dan sumber kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Meski dalam sejumlah survei sebelumnya Jokowi selalu menempati posisi terpopuler, bukan tidak mungkin hasil pilpres berbicara lain. Agak sulit melihat kubu mana yang diperkirakan akan memenangkan pertarungan. Karena dalam gerbong mereka terdiri dari 'bintang-bintang' terkenal yang memiliki potensi kekuatan masing-masing.

Kedua kubu telah merampungkan formasi susunan tim pemenangan masing-masing. Dengan komposisi susunan pemenangan yang terdiri dari beragam kalangan, dipastikan pertarungan kompetisi Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta akan menarik. Pertarungan Jokowi-JK versus Prabowo-Hatta menjadi ibarat 'perang bintang'.




1. Nahdlatul Ulama (NU)

Secara resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak memihak kepada duet capres manapun. PBNU menegaskan bersikap netral. Namun demikian, tokoh-tokoh organisasi Islam terbesar di Indonesia menyatakan dukungannya secara tegas baik ke Jokowi ataupun Prabowo.

Di poros Jokowi-JK, sejumlah tokoh NU menyatakan dukungan secara tegas, di antaranya Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Ahmad Bagja, Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), As'ad Said Ali, Musdah Mulia, Khofifah Indar Parawansa. Kalangan Nahdliyin yang berafiliasi ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diprediksi sebagian besar memberikan dukungannya sesuai garis partai.

Sementara di poros Prabowo Subianto, sejumlah tokoh NU lainnya juga menyatakan dukungan tegas, seperti Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Ali Masykur Musa, KH Maemoen Zubair, KH Nur Muhammad Iskandar, dan Hj Tuty Alawiyah. Kalangan Nahdliyin yang berafiliasi ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), khususnya di luar wilayah Jawa Timur, diprediksi sebagian besar memberikan dukungannya ke Prabowo-Hatta.

Organisasi-organisasi Islam lainnya yang memiliki afiliasi secara tidak langsung ke NU juga terpecah kepada dua poros ini. Muslimat NU dipastikan memberikan dukungannya kepada Jokowi-JK, karena sang ketum Khofifah Indar Parawansa menjadi jubir Jokowi-JK. Tokoh-tokoh NU di luar Jawa Timur seperti Hj Suryani Taher, Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, Chaerul Anam, dan KH Zarkasih Nur mampu menarik jamaahnya untuk memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta.

Hampir dipastikan, keberadaan tokoh-tokoh NU di masing-masing poros akan membuat suara nahdliyin terpecah. Namun akan ke mana mayoritas suara akar rumput Nahdliyin, agak sulit dipastikan. Karena setiap tokoh di NU memiliki pengaruh masing-masing di tingkat akar rumput.

1. Nahdlatul Ulama (NU)

Secara resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak memihak kepada duet capres manapun. PBNU menegaskan bersikap netral. Namun demikian, tokoh-tokoh organisasi Islam terbesar di Indonesia menyatakan dukungannya secara tegas baik ke Jokowi ataupun Prabowo.

Di poros Jokowi-JK, sejumlah tokoh NU menyatakan dukungan secara tegas, di antaranya Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Ahmad Bagja, Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), As'ad Said Ali, Musdah Mulia, Khofifah Indar Parawansa. Kalangan Nahdliyin yang berafiliasi ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diprediksi sebagian besar memberikan dukungannya sesuai garis partai.

Sementara di poros Prabowo Subianto, sejumlah tokoh NU lainnya juga menyatakan dukungan tegas, seperti Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Ali Masykur Musa, KH Maemoen Zubair, KH Nur Muhammad Iskandar, dan Hj Tuty Alawiyah. Kalangan Nahdliyin yang berafiliasi ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), khususnya di luar wilayah Jawa Timur, diprediksi sebagian besar memberikan dukungannya ke Prabowo-Hatta.

Organisasi-organisasi Islam lainnya yang memiliki afiliasi secara tidak langsung ke NU juga terpecah kepada dua poros ini. Muslimat NU dipastikan memberikan dukungannya kepada Jokowi-JK, karena sang ketum Khofifah Indar Parawansa menjadi jubir Jokowi-JK. Tokoh-tokoh NU di luar Jawa Timur seperti Hj Suryani Taher, Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, Chaerul Anam, dan KH Zarkasih Nur mampu menarik jamaahnya untuk memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta.

Hampir dipastikan, keberadaan tokoh-tokoh NU di masing-masing poros akan membuat suara nahdliyin terpecah. Namun akan ke mana mayoritas suara akar rumput Nahdliyin, agak sulit dipastikan. Karena setiap tokoh di NU memiliki pengaruh masing-masing di tingkat akar rumput.

2. Muhammadiyah

Seperti NU, Muhammadiyah juga bersikap netral dalam pilpres, tidak memberikan dukungan politik baik ke Jokowi-JK ataupun Prabowo-Hatta. Namun tokoh-tokoh organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu terpecah, ada yang memberi dukungan ke Jokowi-JK, ada juga yang ke Prabowo-Hatta.

Selama ini, aspirasi politik warga Muhammadiyah mayoritas tersalurkan melalui Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang mengusung duet Prabowo-Hatta. Namun apakah seluruh aspirasi warganya Muhammadiyah akan berlabuh di Prabowo-Hatta?

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif menyatakan tegas dukungannya kepada Jokowi-JK. Beberapa tokoh Muhammadiyah juga mendukung Jokowi-JK, seperti Imam Addaruqutni, Sutrisno Bachir (eks Ketum PAN), dan Faozan Amar. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan Muhammadiyah bersikap netral, namun secara pribadi Din termasuk pendiri Baitul Muslimin Indonesia, sayap PDIP.

Sementara tokoh Muhammadiyah lainnya seperti Amien Rais, Hajriyanto Y Thohari, dan Didik J Rachbini memberikan dukungannya kepada Prabowo-Hatta. Akar rumput Muhammadiyah yang berafiliasi secara langsung ke PAN diprediksi mayoritas mendukung Prabowo-Hatta. Amien Rais menyebut 85 persen warga Muhammadiyah mendukung Prabowo-Hatta.

2. Muhammadiyah

Seperti NU, Muhammadiyah juga bersikap netral dalam pilpres, tidak memberikan dukungan politik baik ke Jokowi-JK ataupun Prabowo-Hatta. Namun tokoh-tokoh organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu terpecah, ada yang memberi dukungan ke Jokowi-JK, ada juga yang ke Prabowo-Hatta.

Selama ini, aspirasi politik warga Muhammadiyah mayoritas tersalurkan melalui Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang mengusung duet Prabowo-Hatta. Namun apakah seluruh aspirasi warganya Muhammadiyah akan berlabuh di Prabowo-Hatta?

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif menyatakan tegas dukungannya kepada Jokowi-JK. Beberapa tokoh Muhammadiyah juga mendukung Jokowi-JK, seperti Imam Addaruqutni, Sutrisno Bachir (eks Ketum PAN), dan Faozan Amar. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan Muhammadiyah bersikap netral, namun secara pribadi Din termasuk pendiri Baitul Muslimin Indonesia, sayap PDIP.

Sementara tokoh Muhammadiyah lainnya seperti Amien Rais, Hajriyanto Y Thohari, dan Didik J Rachbini memberikan dukungannya kepada Prabowo-Hatta. Akar rumput Muhammadiyah yang berafiliasi secara langsung ke PAN diprediksi mayoritas mendukung Prabowo-Hatta. Amien Rais menyebut 85 persen warga Muhammadiyah mendukung Prabowo-Hatta.

3. Purnawirawan TNI dan Polri

Deklarasi purnawirawan pendukung Prabowo-Hatta
Pertarungan jelang juga diramaikan dengan kehadiran 'jenderal-jenderal' purnawirawan di gerbong kedua poros. Keberadaan para purnawirawan memiliki nilai strategis bagi kandidat yang diperjuangkan. Selain sebagai bagian dari pengatur strategi, kehadiran mereka menunjukkan adanya pertarungan intelijen dan pengaruh angkatan.

Sejumlah purnawirawan TNI memilih masuk dalam gerbong Jokowi-JK. Umumnya para purnawirawan ini adalah karena kedekatan secara ideologis dan emosional dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mereka di antaranya Rymizard Ryacudu, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, dan Jend (Purn) Fachrul Rozy. Ketua Umum Hanura, Wiranto juga merupakan mantan Panglima TNI (ABRI). Jenderal (Purn) Agum Gumelar yang juga Ketum Pepabri masuk dalam barisan ini.

Selain TNI, mantan Kapolri Jend (Pol) Dai Bachtiar juga masuk dalam tim pemenangan Jokowi-JK.

Sementara di poros Prabowo-Hatta, jumlah purnawirawan TNI dan Polri yang bergabung tak kalah banyak. Sekitar 300-an purnawirawan TNI dan Polri menyatakan mendukung Prabowo-Hatta pada Kamis (27/3) lalu. Beberapa purnawirawan itu antara lain Mayjen (purn) Hendradji Supandji, Jend (Purn) George Toisutta, Letjen (Purn) Burhanuddin, Laksdya (Purn) Moekhlas Sidik, Prof DR Jend (Purn) Farouk Muhammad Syechbubakar, Letjen (Purn) M Yunus Yosfiah, Letjen (Purn) Syarwan Hamid, Letjen (Purn) Soeharto, dan Mayjen (Purn) Syamsir Siregar.

Mantan Wakapolri Komjen (Purn.) Adang Darajatun juga bergabung dalam gerbong pemenangan Prabowo-Hatta.

3. Purnawirawan TNI dan Polri

Deklarasi purnawirawan pendukung Prabowo-Hatta
Pertarungan jelang juga diramaikan dengan kehadiran 'jenderal-jenderal' purnawirawan di gerbong kedua poros. Keberadaan para purnawirawan memiliki nilai strategis bagi kandidat yang diperjuangkan. Selain sebagai bagian dari pengatur strategi, kehadiran mereka menunjukkan adanya pertarungan intelijen dan pengaruh angkatan.

Sejumlah purnawirawan TNI memilih masuk dalam gerbong Jokowi-JK. Umumnya para purnawirawan ini adalah karena kedekatan secara ideologis dan emosional dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mereka di antaranya Rymizard Ryacudu, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, dan Jend (Purn) Fachrul Rozy. Ketua Umum Hanura, Wiranto juga merupakan mantan Panglima TNI (ABRI). Jenderal (Purn) Agum Gumelar yang juga Ketum Pepabri masuk dalam barisan ini.

Selain TNI, mantan Kapolri Jend (Pol) Dai Bachtiar juga masuk dalam tim pemenangan Jokowi-JK.

Sementara di poros Prabowo-Hatta, jumlah purnawirawan TNI dan Polri yang bergabung tak kalah banyak. Sekitar 300-an purnawirawan TNI dan Polri menyatakan mendukung Prabowo-Hatta pada Kamis (27/3) lalu. Beberapa purnawirawan itu antara lain Mayjen (purn) Hendradji Supandji, Jend (Purn) George Toisutta, Letjen (Purn) Burhanuddin, Laksdya (Purn) Moekhlas Sidik, Prof DR Jend (Purn) Farouk Muhammad Syechbubakar, Letjen (Purn) M Yunus Yosfiah, Letjen (Purn) Syarwan Hamid, Letjen (Purn) Soeharto, dan Mayjen (Purn) Syamsir Siregar.

Mantan Wakapolri Komjen (Purn.) Adang Darajatun juga bergabung dalam gerbong pemenangan Prabowo-Hatta.

4. Cendekiawan dan Akademisi

Sejumlah tokoh ulama, cendekiawan dan khotib memberikan dukungan kepada Jokowi-JK. Mereka diantaranya mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Azzumardi Azra, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Imam Addaruqutni dan Muhammad Izzul Muslimin, Ketua Umum Ikatan Khotib Indonesia KH Dr Rosyid MA, tokoh aktivis perempuan Maria Ulfa, KH Masdar Masudi (tokoh NU), KH Ahmad Bagja (NU), Prof Dr KH Hasan Mansyur Nasution MA dari Sumatra Utara, KH Wawan (Banten), KH Ahmad Muharram (Papua), Prof Dr Affandi (Jawa Tengah), DR Muchlis Najamuddin (Sulawesi Tengah).

Jokowi-JK bahkan merekrut rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan sebagai juru bicara.

Sementara di Prabowo-Hatta, sejumlah cendekiawan dan akademisi turut bergabung. Deklarasi guru besar dan cendekiawan yang mendukung Prabowo-Hatta digelar di Gedung Balai Kartni, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014) lalu. Ketua Panitia Deklarasi Juliana Wahid menyebut sosok Prabowo-Hatta adalah pasangan ideal yang bisa memperjuangkan terobosan pemikiran yang baru.

Dalam deklarasi itu, hadir sejumlah tokoh seperti Marwah Daud Ibrahim, Nanat Fatah Natsir, mantan Rektor Universitas Islam 45 Dawam Rahardjo, Prof DR Muladi, DR Sasmito Hadinegoro, Prof DR Burhanuddin Abdullah, Prof DR Didik J Rachbini, DR Sohibul Iman, DR Hidayat Nur Wahid, Prof DR Syamsulbahri, Prof DR Prijono Tjiptoheriyanto, Prof DR Anwar Arifin, dan DR Zulkieflimansyah.

Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Marwah Daud Ibrahim menyebutkan banyak anggota ICMI yang memilih jalan yang sama untuk mendukung Prabowo-Hatta.

"Ya memang cukup banyak ke Prabowo-Hatta dengan adanya Pak Hatta," ujar Marwah.

4. Cendekiawan dan Akademisi

Sejumlah tokoh ulama, cendekiawan dan khotib memberikan dukungan kepada Jokowi-JK. Mereka diantaranya mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Azzumardi Azra, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Imam Addaruqutni dan Muhammad Izzul Muslimin, Ketua Umum Ikatan Khotib Indonesia KH Dr Rosyid MA, tokoh aktivis perempuan Maria Ulfa, KH Masdar Masudi (tokoh NU), KH Ahmad Bagja (NU), Prof Dr KH Hasan Mansyur Nasution MA dari Sumatra Utara, KH Wawan (Banten), KH Ahmad Muharram (Papua), Prof Dr Affandi (Jawa Tengah), DR Muchlis Najamuddin (Sulawesi Tengah).

Jokowi-JK bahkan merekrut rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan sebagai juru bicara.

Sementara di Prabowo-Hatta, sejumlah cendekiawan dan akademisi turut bergabung. Deklarasi guru besar dan cendekiawan yang mendukung Prabowo-Hatta digelar di Gedung Balai Kartni, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014) lalu. Ketua Panitia Deklarasi Juliana Wahid menyebut sosok Prabowo-Hatta adalah pasangan ideal yang bisa memperjuangkan terobosan pemikiran yang baru.

Dalam deklarasi itu, hadir sejumlah tokoh seperti Marwah Daud Ibrahim, Nanat Fatah Natsir, mantan Rektor Universitas Islam 45 Dawam Rahardjo, Prof DR Muladi, DR Sasmito Hadinegoro, Prof DR Burhanuddin Abdullah, Prof DR Didik J Rachbini, DR Sohibul Iman, DR Hidayat Nur Wahid, Prof DR Syamsulbahri, Prof DR Prijono Tjiptoheriyanto, Prof DR Anwar Arifin, dan DR Zulkieflimansyah.

Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Marwah Daud Ibrahim menyebutkan banyak anggota ICMI yang memilih jalan yang sama untuk mendukung Prabowo-Hatta.

"Ya memang cukup banyak ke Prabowo-Hatta dengan adanya Pak Hatta," ujar Marwah.

5. Artis

Dukungan dari kalangan artis juga tidak kalah semaraknya mengalir ke dua poros ini. Silih berganti artis-artis mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Subianto di rumah Polonia. Sejumlah artis dan penyanyi terkenal menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta.

Sejumlah artis yang bergabung dalam Gerakan Pemuda (GEMA) mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo-Hatta pada Rabu (21/5) lalu. Di antaranya adalah Anang Hermansyah, Raffi Ahmad, Rachel Maryam, Ashanti, Syharini, Ahmad Dhani, Mulan Jameela, Ananda Mikola, dan komedian betawi Jaja Miharja.

"Saya merasa hampir lelaki Indonesia jantan itu milih Prabowo. Jadi kalau tidak memilih Prabowo, patut dipertanyakan kejantanannya," ucap Dhani saat deklarasi.

Raja dangdung Rhoma Irama bahkan telah lebih awal menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta. Rhoma bahkan siap mengajak pendukungnya untuk memilih Prabowo-Hatta.

Arus dukungan dari artis untuk Jokowi-JK juga tak kalah derasnya. Pasangan yang diusung PDIP, NAsDem, PKB, Hanura dan PKPI ini mendapat dukungan band Slank. Bunda Iffet bahkan memberikan kenangan khusus untuk Jokowi saat mengunjungi markas Slank di kalibata kemarin.

Apakah dukungan para artis itu mampu mendongkrak dukungan untuk kandidat yang diperjuangkannya?

5. Artis

Dukungan dari kalangan artis juga tidak kalah semaraknya mengalir ke dua poros ini. Silih berganti artis-artis mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Subianto di rumah Polonia. Sejumlah artis dan penyanyi terkenal menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta.

Sejumlah artis yang bergabung dalam Gerakan Pemuda (GEMA) mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo-Hatta pada Rabu (21/5) lalu. Di antaranya adalah Anang Hermansyah, Raffi Ahmad, Rachel Maryam, Ashanti, Syharini, Ahmad Dhani, Mulan Jameela, Ananda Mikola, dan komedian betawi Jaja Miharja.

"Saya merasa hampir lelaki Indonesia jantan itu milih Prabowo. Jadi kalau tidak memilih Prabowo, patut dipertanyakan kejantanannya," ucap Dhani saat deklarasi.

Raja dangdung Rhoma Irama bahkan telah lebih awal menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta. Rhoma bahkan siap mengajak pendukungnya untuk memilih Prabowo-Hatta.

Arus dukungan dari artis untuk Jokowi-JK juga tak kalah derasnya. Pasangan yang diusung PDIP, NAsDem, PKB, Hanura dan PKPI ini mendapat dukungan band Slank. Bunda Iffet bahkan memberikan kenangan khusus untuk Jokowi saat mengunjungi markas Slank di kalibata kemarin.

Apakah dukungan para artis itu mampu mendongkrak dukungan untuk kandidat yang diperjuangkannya?
Halaman 2 dari 12
(rmd/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads