Acara tersebut dilaksanakan di Rumah Jurang Ngapak, Pasar Rimbun, Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/5/2014). JK diterima oleh perwakilan seluruh pemimpin suku yang berada di wilayah Jawa Barat, termasuk dari suku Badui.
Belasan perwakilan suku itu mengenakan baju hitam dan duduk bersila. Mereka menyampaikan keprihatinan mereka atas hilangnya hutan adat yang mereka miliki.
"Kami terpinggirkan karena adanya tumpang tindih pengelolaan hutan adat dan hutan nasional," ujar perwakilan para suku, Eka Santosa.
Sebagai contoh, dulunya masyarakat suku Badui memiliki hutan adat seluas 30 ribu hektar. Kini hutan adat dipangkas menjadi 5 ribu hektar.
Mendengar keluhan para saudara barunya itu, JK mengatakan bahwa proses pelestarian lingkungan perlu dilakukan dengan adanya pemerintahan yang tegas dan adanya penegakan hukum yang kuat.
"Dulu kita asal tebng hutan sekarang mendatangkan banjir. Lahan tinggi yang gundul menyebabkan longsor," kata JK.
(fiq/fdn)











































