Kalla Ketum Golkar, SBY Terhindar dari Ulah Jahil DPR
Selasa, 21 Des 2004 04:43 WIB
Jakarta - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan terhindar dari ulah jahil sejumlah anggota DPR dengan terpilihnya M Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2004-2009. Dengan demikian, DPR akan menjadi sahabat pemerintah. Demikian prediksi mantan Menpora Hayono Isman di sela-sela acara peluncuran buku berjudul "Bangsa Indonesia Terjebak Perang Modern" yang diterbitkan oleh Sekolah Staf dan Komando TNI AD di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (20/12/2004) malam. "Saya pikir bagi pemerintahan SBY-Kalla dengan kemenangan Jusuf Kalla di Munas Golkar akan membuat kondisi lebih baik pemerintahan SBY. Pemerintahan SBY akan terhindar dari politik jahil yang diangkat oleh DPR sehingga dengan terpilihnya Jusuf Kalla saya pikir DPR akan lebih bersahabat kepada SBY," ungkap mantan fungsionaris Golkar ini. Menurutnya, dalam era reformasi dibutuhkan dukungan semua pihak termasuk dari DPR. Jadi kalau DPR jahil, reformasi tidak berhasil. Memang dibutuhkan anggota DPR yang kritis, tapi tidak jahil kepada pemerintah. Jadi, diharapkan dengan terpilihnya Jusuf Kalla sebagai Ketum Golkar, anggota DPR tidak jahil. "Saya kira SBY konsentrasi untuk menangani masalah bangsa, beliau butuh dukungan semua pihak, termasuk DPR, sehingga Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar, DPR akan mendukungnya secara positif dan tetap kritis kepada pemerintah," jawab Hayono saat ditanya apakah dengan terpilihnya Jusuf Kalla, tidak akan menjadi ancaman serius terhadap SBY. Sedangkan terkait dengan Koalisi Kebangsaan yang dijalin sebelum pemilu presiden lalu, Hayono menyatakan bahwa Koalisi Kebangsaan itu sebetulnya tergantung selera politik pada saat Koalisi Kebangsaan didirikan. "Selera politik sudah berubah saat ini, tentunya juga akan berubah dan akan mendukung SBY. Saya kira Koalisi Kebangsaan tidak bubar, tapi tidak efektif lagi karena bukan selera lagi bagi elit politik di Golkar," demikian Hayono.
(dni/)











































