Ahok berujar, selama masa cuti sejak 1 Juni mendatang, tak ada kebijakan tertentu yang dititipkan Jokowi. "Enggak ada. Semua itu biasa-biasa saja. Kan pak Jokowi cuti tidak lama, tak sampai 50 hari. Hanya 41 hari. Begitu 9 Juli nanti, dia udah balik lagi. Jadi saya cuma jadi Plt 1,5 bulan," katanya.
Hal ini disampaikan Ahok ketika berbincang santai dengan pewarta di kantornya, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2014).
Walau berujar dia bisa mengambil semua kebijakan, Ahok menegaskan dirinya harus tetap melakukan koordinasi dengan Jokowi. Termasuk untuk tandatangan kontrak-kontrak kerja baru, maupun untuk pengaturan aparatur pemerintah di Pemprov.
"Yang tidak boleh mindahin orang, ganti kepala dinas. Karena harus lewat Mendagri dulu," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Jokowi mulai nonaktif sebagai Gubernur DKI pasca pendaftaran dalam pemilihan calon presiden. Dia akan berpasangan dengan Jusuf Kalla dalam Pilpres yang digelar 9 Juli mendatang. Pada pekan terakhirnya sebelum cuti, hari ini Jokowi masih aktif dan melakukan peresmian beberapa pasar serta stadion BMW.
(nvc/nvc)










































