KSAD: Bangsa Indonesia Harus Waspadai Perang Modern

KSAD: Bangsa Indonesia Harus Waspadai Perang Modern

- detikNews
Selasa, 21 Des 2004 02:27 WIB
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Ryamizard Ryacudu mengingatkan Bangsa Indonesia harus mewaspadai perang modern yang dilakukan negara adidaya. Perang modern ini adalah salah satu cara perang yang menghancurkan bangsa sendiri. Peringatan itu diungkapkan KSAD ketika memberi sambutan dalam peluncuran buku berjudul "Bangsa Indonesia Terjebak Perang Modern" yang diterbitkan oleh Sekolah Staf dan Komando TNI AD di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (20/12/2004) malam. Turut hadir dalam peluncuran tersebut diantaranya Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Meneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Meneg Kominfo Sofyan Djalil, Pengamat Politik Indria Samego, Mantan Ketua Panwaslu Komaruddin Hidayat, Menkeh dan HAM Hamid Awaluddin serta sejumlah sesepuh TNI AD seperti Try Sutrisno, Soerdjadi Soedirja, dan Hari Sabarno."Perang modern yang dimaksud dalam buku ini adalah bukan perang yang menggunakan peralatan canggih. Tapi perang saat ini adalah perang masa kini. Perang modern adalah perang yang murah bila dibandingkan dengan perang yang menggunakan peralatan canggih tapi efeknya yang ditimbukan sangat dasyat dan fundamental karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana suatu bangsa hancur oleh bangsanya sendiri," urai KSAD.KSAD mencontohkan bagaimana negara Cekoslvakia, Yugoslavia dan Uni Soviet yang hancur oleh bangsanya sendiri. Hal itu terjadi karena ada skenario besar dari negara-negara adidaya. Diakuinya, perang memang sejak dulu ada, sampai kapan pun ada karena manusia yang serakah akan kekuasaan. Ia mencontohkan bagaimana terjadinya Perang Dunia I, II, dan dilanjutkan dengan perang dingin antara blok barat dan blok timur. "Bangsa kita juga besar, dan juga banyak kerawanan-kerawanan. Inilah yang harus diwaspadai," imbuhnya. Tambahnya, saat ini tengah berlangsung perang modern dimana semua negara mengalami perang modern ini yang dikembangkan oleh negara-negara besar demi kepentingannya. Perang ini dapat menghancurkan kepentingan integritas Bangsa Indonesia. Sementara itu Menhan Juwono Sudarsono disela-sela acara mengatakan bahwa perang modern ini sudah sering dikumandangkan oleh KSAD selama bulan terakhir. Hal ini merupakan bagian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perang modern yaitu perang yang meliputi berbagai multi dimensi, bukan hanya militer, tapi juga meliputi politik, sosial, budaya, lingkungan hidup dan isu HAM. "Ini semuanya dipertaruhkan karena sekarang ini dalam dunia yang terintegrasi dalam globalisasi semua negara berhadapan dengan negara-negara yang kuat secara politik, ekonomi, sains, dan teknologi, yang jauh lebih kuat dari pada negara berkembang. Untuk itulah diterbitkan buku ini," demikian Juwono. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads