"Saya bukan tim kampanye capres manapun. Saya juga tidak pernah diminta sebagai tim kampanye capres-cawapres," kata Slamet kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Slamet mengatakan telah menyampaikan bantahan tersebut kepada ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD. Dia mengatakan, sebagai salah seorang ketua PBNU, dirinya akan fokus di NU.
Slamet yang juga penggagas kembalinya NU ke 'Khittah 1926' berharap semua unsur PBNU tidak terlibat dalam aktivitas dukung-mendukung salah satu calon prasiden dan wakil presiden, apalagi sampai membawa bendera NU atau memakai kantor NU untuk kepentingan kampanye.
"Kita harus berpegang teguh pada khittah. Pengurus NU jangan berpihak. PBNU harus menjadi pelopor dalam hal ini. Jangan malah membuat rancu,” katanya.
Namun ia tetap mengimbau kepada warga Nahdliyin untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 9 Juli mendatang dan tidak golput. "Sebagai bagian dari warga negara kita punya hak politik. Jangan sampai bingung. Pilihlah sesuai hari nurani," pungkasnya.
Dalam susunan tim pemenangan Prabowo-Hatta yang diperoleh detikcom, Slamet Effendy Yusuf masuk dalam tim tersebut sebagai anggota dewan penasehat. Susunan tim pemenangan Prabowo-Hatta telah rampung dan diserahkan kepada KPU kemarin.
(rmd/trq)










































