"Saya besar hati dengan dukungan dari tokoh-tokoh Jawa Barat seperti ini. Dengan Gubernur dan 19 kepala daerah, 21 bupati/ wali kota di belakang kita dengan semua ormas, semua dukungan relawan, kiai, pemimpin pedagang pasar, pemimpin petani, pemimpin buruh, pemimpin guru, pemimpin mahasiswa, pengusaha. Saudara-saudara kalau bukan sekarang kapan lagi," kata Prabowo dalam pidato politiknya di Monumen Perjuangan, Dipati Ukur, Bandung, Rabu (28/5/2014).
Di hadapan ratusan simpatisan yang hadir, Prabowo menegaskan hasratnya agar bangsa Indonesia tidak bisa dibeli. Prabowo ingin membuktikan bahwa masih ada pemimpin yang punya nurani.
"Kita harus menentukan pilihan kita dan harus waspada karena yang ingin Indonesia lemah jadi sapi perahan adalah kekuatan besar. Kita ingin Indonesia terhormat, kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo.
Prabowo menjanjikan kelak Indonesia akan tak lagi bergantung dengan produk asing. Bahkan sampai sepeda motor dan televisi yang selama ini didominasi asing.
"Indonesia punya semua alat-alat komputer buatan Indonesia. Indonesia punya traktor buatan Indonesia, masa kita beli semua dari luar negeri. Masa garam saja kita beli dari luar negeri," kata Prabowo yang mengenakan baju putih dan berpeci.
Dia kemudian menegaskan Indonesia tak bisa dipimpin oleh satu orang saja. Namun perlu dipimpin dengan kolektif kolegial.
"Kepemimpinan kolektif kolegial, saya ingin kebersamaan dalam memimpin bangsa ini dan saya merasa semangat karena partai-partai besar mempercayakan kepada saya," katanya.
(van/nrl)










































