"Kita bukan minta jabatan. Kita tidak pragmatis. Kita hanya ingin suara kita bermanfaat," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Marzuki bahkan yakin kader Demokrat sebagian besar mendukung Prabowo. "Saya kira semuanya punya sikap yang hampir sama. Yang pertama mengajak, yang satu tidak mengajak sama sekali. Kita memang tidak ingin mengejar jabatan, tapi kita ingin bersinergi," tutur Marzuki.
Marzuki menegaskan, sikapnya ini merupakan keputusan pribadi dan tidak membawa nama Partai Demokrat. Dirinya mendukung Prabowo karena menurutnya capres Partai Gerindra itu akan melanjutkan program SBY.
Terlebih lagi, yang menjadi cawapresnya adalah Hatta Rajasa. Sosok Menteri Koordinator Perekonomian itu sudah dikenal baik oleh Ketum Demokrat SBY dan Marzuki. Secara pribadi, Marzuki punya komitmen moral dengan Hatta yang juga Sekretaris Pemenangan SBY Boediono pada 2009.
"Saya sebagai orang Sumatera Selatan ini tentu emosional dan subjektif, saya dan Pak Hatta punya komitmen, kalau beliau maju capres atau cawapres, saya ikut berkontribusi memenangkan. Itulah alasan kenapa saya bersdia ketika diajak bergabung dalam tim pemenangan," kata Marzuki.
(dnu/trq)











































