"Pemerintah demi pemerintah telah berjuang keras dan kita harus bersyukur atas pengabdian presiden mulai dari Bung Karno hingga SBY. Janganlah kita lupa jasa-jasa para pemimpin bangsa," kata Prabowo di Gedung Sentral Bisnis Koperasi, Jl. Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (28/5/2014).
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Silaturahmi Guru Besar, Ulama, Tokoh, dan Relawan Jawa Barat. Dalam acara ini, sebanyak 63 elemen masyarakat mendeklarasikan dukungan pada pasangan Prabowo-Hatta.
Pria berusia 62 tahun ini menyoroti kebiasaan rakyat Indonesia yang lebih sering menyoroti kekurangan orang dibanding kelebihannya. Prabowo mengajak pendukungnya untuk mengubur kejelekan pemimpin sebelumnya.
"Kita gampang menghujat orang bila berbuat salah. Kita sering malas berterima kasih pada yang telah berbuat baik pada bangsa dan negara. Koalisi merah putih dan pendukungnya jangan lupa kebaikan pemimpin-pemimpin kita. Kalau ada pemimpin yang berbuat kurang baik, kita kubur. Kita angkat kebaikan mereka," ujar pria mantan Danjen Kopassus ini.
Prabowo lalu mengambil perumpamaan permainan sepak bola. Penonton biasanya terus mengkritik pemain tanpa melihat perjuangan pemain di lapangan.
"Kalau gol tidak masuk, penonton yang ribut padahal pemain sudah setengah mati di lapangan," ucap pria yang gemar berkuda ini.
Tak hanya mengambil umpama sepak bola, Prabowo juga mencontohkan dari dunia tentara. Ia bercerita tentang jenderal yang tidak turun ke lapangan.
"Dalam sejarah perang itu disebut jenderal di atas kursi. Jenderal bisanya di atas kursi tapi tidak di lapangan, tidak memimpin pasukan sebenarnya. Kita harus hargai mereka yang berkeringat," ujarnya.
(trq/trq)











































