"Negara ini bukan bahan uji coba," kata JK di Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/5/2014).
JK menyebut duetnya dengan Jokowi adalah untuk menggabungkan pengalaman yang dimiliki oleh keduanya.
"Nasib 250 juta orang di Indonesia bergantung pada kepemerintahan ke depan," kata JK.
"Namun kenapa saya jadi cawapres, karena Jokowi punya kemampuan mobilitas yang lebih tinggi. Saya sudah tak bisa seperti dia," tambahnya.
Pada kesempatan itu, JK mengatakan Indonesia tidak membutuhkan model pemimpin yang keras. Seorang pemimpin harus bisa meyakinkan masyrakatnya.
"Menjalankan program kepemerintahan dan bertanggung jawab atas rakyatnya," terangnya.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan ke depan yaitu politik keamanan, ekonomi dan sosial. Ketiganya saling berkaitan, kalau salah satu mengalami kemunduran, maka unsur lainnya akan terdampak.
"Misalkan ekonomi tidak bagus, nanti berakibat pada pengangguran, yang berujung pada keamanan dalam negeri," ujarnya.
(fiq/trq)











































