"(Mutasi) tidak ada hubungannya dengan tekanan-tekanan dari kasus JIS," kata Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad saat dihubungi detikcom, Rabu (28/5/2014).
Ibnu mengatakan memang pergantian terjadi bersamaan dengan adanya kasus JIS pada bulan April. Namun usulan pergantian Dirjen PAUDNI sudah terjadi ada sejak Januari 2014 lalu.
"Kan begini, tanggal 7 Januari itu memang diusulkan pergantian beliau (Lidya), suratnya diusulkan ke Seskab. Turun SK nya tiga minggu lalu sekitar akhir April, nah kebetulan dengan itu bulan April ramainya JIS," jelas Ibnu.
Menurut Ibnu, pada Senin (26/5) lalu dilakukan pelantikan dan pergantian Dirjen PAUDNI. Namun saat itu orang yang ditunjuk tidak bisa hadir karena alasan teknis, sehingga jabatan Dirjen PAUDNI kosong.
"Berdasarkan SK status Ibu Lidya sebagai Dirjen sudah dinyatakan tidak berlaku lagi," ucap Ibnu.
Untuk mengisi kekosongan itu Mendikbud M Nuh telah menunjuk Dirjen Pendidikan Dasar Hamid Muhammad sebagai Plt Dirjen PAUDNI.
"Ibu Lidya sekarang sebagai staf ahli Menteri bidang psikologi kebudayaan," ujar Ibnu.
Ibnu mengatakan dia belum tahu siapa yang bakal mengantikan posisi Lidya. Hingga kini dia masih menunggu info nama pengganti dirjen PAUDNI yang baru.
"Penggantinya saya belum tahu, apakah yang kemarin tidak datang saat pelantikan atau akan diganti orang baru," katanya.
Lidya sendiri belum bisa dimintai konfirmasi. Namun pada Senin (26/5) lalu melalui sambungan telepon dia mengatakan masih menjabat sebagai Dirjen PAUDNI.
"Sampai sekarang saya masih Dirjen," tegas Lidya ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (26/5) lalu.
Melalui situs resmi kemendikbud.go.id, M Nuh pada Senin (26/5) menegaskan penggantian Dirjen PAUDNI tidak ada hubungannya dengan kasus di JIS. Pergantian ini telah melalui sidang Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin oleh wakil presiden karena presiden telah memberikan kewenangannya kepada wapres.
“Nanti tinggal nunggu waktunya saja kapan pelantikannya. Sudah disetujui presiden,” ujar M Nuh.
“Yang jelas Keppres tentang siapa pengganti Dirjen PAUDNI atau Ibu Dirjen PAUDNI pindah ke mana itu sudah ada. Tinggal siapanya nanti pada saatnya kami sampaikan,” imbuhnya.
(slm/nwk)











































