Namun Poempida membantah kabar yang diungkapkan Wikileaks. Poempida menegaskan sama sekali tidak pernah mengatakan hal seperti dalam kawat diplomatik yang diungkap Wikileaks.
"Tidak pernah terucap statement tentang itu. Itu kan tertulis di situ (wikileaks) nama saya strictly protected. Entah itu dari mana sumbernya. Itu tidak benar. Bukan dari saya, mungkin dari temannya (David R Greenberg-red) yang lain," kata Poempida saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (28/5/2014).
Poempida mengakui, memang mengenal dekat dengan David R Greenberg, staf politik Kedubes AS di Jakarta yang menulis laporan tersebut untuk National Security Council (Dewan Keamanan Nasional) dan Secretary of State. Keduanya bahkan seringkali terlibat diskusi.
Namun politikus yang kini menjadi jubir pemenangan Jokowi-JK ini mengatakan, tidak pernah berbicara tentang hal-hal yang bersifat pribadi tentang seseorang kepada David.
"Saya enggak ngerti juga dengan kawat diplomatik itu. Itu kan laporan seorang officer ke pusat tentang perkembangan politik di Indonesia. Saya bukan tipe yang suka menggosip," tuturnya.
Poempida mengaku memang dekat Prabowo Subianto. Saat Prabowo masih berada di Partai Golkar, Poempida pernah bekerja untuk Prabowo antara tahun 2000-2003. Poempida sangat mengenal Prabowo.
"Prinsipnya, saya tidak mau bicarakan hal-hal pribadi seseorang karena itu kepercayaan saya. Saya sebagai jubir Jokowi-JK, saya hanya mau membicarakan hal-hal substantif daripada hal-hal bersifat menghakimi. Saya mengenal baik Pak Prabowo. (Gosip) Itu tidak benar," pungkasnya.
Dalam Wikileaks.org, Prabowo Subianto ditulis memiliki pacar di Thailand. Hubungan Prabowo dengan perempuan itu dikabarkan sangat dekat. Kabar itu bersumber dari kabel diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang dibocorkan Wikileaks. Kawat diplomatik bertema 'INDONESIAN BIOGRAPHICAL AND POLITICAL GOSSIP, Q2 2006' itu ditujukan ke National Security Council dan Secretary of State of United States (US).
Dalam kawal diplomatik itu disebutkan, mantan Komandan Kopassus Prabowo Subianto seringkali melakukan penerbangan ke Bangkok untuk mengunjungi seorang pacar asal Thailand yang tinggal di sana. Hal itu diungkapkan politikus Golkar yang disebutkan pernah dekat dengan Prabowo, yaitu Poempida Hidayatullah.
Dalam kawat itu, Poempida bahkan menyebutkan Prabowo telah membangun bisnis untuk perempuan tersebut. Hubungan keduanya sangat dekat dan keduanya kemungkinan akan menikah jika Prabowo tidak khawatir dengan status memiliki istri asing yang mungkin mempengaruhi ambisinya untuk menjadi presiden. Namun pada 2004, Prabowo gagal menjadi capres dari Partai Golkar.
Kawat diplomatik yang berklasifikasi rahasia itu dikirim tertanggal 2006 July 3 pukul 08.58 (Monday), yakni saat B Lynn Pascoe menjadi Duta Besar AS di Jakarta. Laporan itu ditulis oleh Staf bidang politik Kedubes AS saat itu David R Greenberg yang ditujukan ke National Security Council (Dewan Keamanan Nasional) dan Secretary of State.
"(Gosip) Itu tidak benar," sangkal Poempida lagi.
(rmd/nrl)











































